Harga Ayam Naik, Menu MBG Mulai Beralih ke Sumber Protein Lain

  • 31 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Medan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut mulai berdampak terhadap kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan sebagian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai mempertimbangkan penggunaan sumber protein lain.

“Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam di Pasar Tradisional Brayan Kota Medan telah mencapai Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut mulai memengaruhi komposisi menu MBG, dengan sebagian dapur SPPG mulai mengurangi penggunaan daging ayam dan mempertimbangkan sumber protein lainnya,” ujar Gunawan, 30 Agustus 2026.

Gunawan mengatakan, berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah pedagang daging ayam yang memasok kebutuhan MBG mendapatkan data mingguan mengenai menu dari SPPG. Dalam data tersebut, sebagian dapur mulai menggunakan daging sapi sebagai alternatif sumber protein.

Meski belum terjadi secara serentak di seluruh SPPG, menurut Gunawan, pergeseran menu tersebut menunjukkan mulai adanya penyesuaian akibat kenaikan harga daging ayam.

Perubahan kebutuhan tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap sumber protein lainnya, seperti telur ayam, daging sapi, tahu, tempe, hingga ikan.

“Pergeseran kebutuhan ini berpeluang mendorong peningkatan permintaan terhadap sumber protein selain daging ayam. Ini berarti kenaikan harga daging ayam berpeluang mendorong kenaikan harga kebutuhan lainnya,” katanya.

Gunawan menilai kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap inflasi. Sebab, ketika permintaan beralih dari daging ayam ke komoditas substitusi, peningkatan permintaan terhadap komoditas tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga.

Menurutnya, dampak kenaikan harga daging ayam perlu menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan salah satu sumber protein yang banyak digunakan dalam penyediaan menu MBG.

“Dampak kenaikan harga daging ayam ini tidak bisa dianggap remeh karena menjadi salah satu menu andalan dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Pergeseran demand akan membuat permintaan beralih ke komoditas lainnya,” ucap Gunawan.

Meski terjadi pergeseran permintaan, Gunawan mengatakan kondisi tersebut belum tentu membuat harga daging ayam kembali turun. Pasalnya, kenaikan harga daging ayam belakangan ini juga terindikasi dipengaruhi oleh meningkatnya biaya input produksi.

Karena itu, ia menilai penyelesaian persoalan harga daging ayam tidak cukup hanya dilakukan di tingkat hilir. Upaya menekan biaya produksi di tingkat hulu dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga harga daging ayam tetap terkendali.

“Untuk menuntaskan masalah harga di hilir, solusinya ada pada upaya untuk menekan biaya input produksi di hulu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....