Bea Cukai Sumut Perkuat Keselamatan Kerja dalam Pengawasan Ekspor
- 04 Agt 2026 17:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, meninjau langsung pelaksanaan standar operasional pemeriksaan ekspor serta sistem keselamatan dan kesehatan kerja di PT Musim Mas dan Balai Laboratorium Bea Cukai (BLBC) Medan, Rabu (29/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pengawasan yang mengedepankan aspek keselamatan personel, kepastian layanan, dan manajemen risiko dalam setiap pelaksanaan tugas.
Di PT Musim Mas, Rudy meninjau secara menyeluruh pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan ekspor produk crude palm oil (CPO). Peninjauan meliputi instruksi kerja, penerapan keselamatan kerja, kesiapan fasilitas yang disediakan perusahaan, hingga kondisi kesehatan personel sebelum melaksanakan pemeriksaan di lapangan.
| Baca juga: Modus Penipuan Atas Nama Bea Cukai Belawan |
Menurut Rudy, keberhasilan pengawasan tidak hanya diukur dari efektivitas pemeriksaan, tetapi juga dari konsistensi penerapan prosedur keselamatan bagi setiap petugas.
"Keselamatan personel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pengawasan. Setiap prosedur harus dijalankan secara disiplin agar pelaksanaan tugas berlangsung aman, profesional, dan akuntabel," ujar Rudy dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id, Selasa (4/8/2026).
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan koordinator keselamatan pada setiap kegiatan pemeriksaan lapangan. Koordinator tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh personel mematuhi prosedur keselamatan, mengawasi implementasi SOP, serta membangun budaya disiplin dalam setiap tahapan pemeriksaan.
Selain meninjau lokasi pemeriksaan ekspor, Rudy bersama jajaran juga mengunjungi Balai Laboratorium Bea Cukai Medan untuk memastikan kesiapan sarana keselamatan kerja serta penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh petugas laboratorium.
Menurutnya, pengelolaan risiko harus menjadi bagian integral dari setiap proses bisnis Bea Cukai, termasuk aktivitas laboratorium yang memiliki karakteristik risiko tersendiri.
"Kita ingin memastikan seluruh proses kerja, baik di lapangan, di lingkungan kantor, maupun di laboratorium, berlangsung dengan mengutamakan keselamatan. Target kita bukan hanya pelayanan dan pengawasan yang optimal, tetapi juga zero accident dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya.
Melalui kunjungan tersebut, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional, serta membangun sistem pengawasan yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada perlindungan personel. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan nasional melalui pengawasan kepabeanan yang aman, efektif, dan akuntabel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....