DJAMOEKAMOE Lestarikan Warisan Jamu Tradisional di Medan

  • 30 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis jamu tradisional masih mampu bertahan dan terus berkembang. Salah satunya adalah DJAMOEKAMOE, UMKM yang menyediakan berbagai produk jamu herbal racikan tradisional di Jalan Pancasila No. 71B, Lingkungan 12, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.

Owner sekaligus generasi kedua DJAMOEKAMOE, Ady Fikri Nasution, mengatakan usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang telah dirintis sejak era 1990-an. Sementara racikan rempah yang menjadi ciri khasnya telah diwariskan sejak tahun 1900-an dan mulai dikenal luas oleh masyarakat pada 2008.

Menurut Ady, usaha ini berawal dari kepedulian sang pendiri, H. Mawardi, yang melakukan riset dan penelitian mandiri terhadap berbagai tanaman herbal untuk membantu masyarakat yang mengalami berbagai keluhan kesehatan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan.

"DJAMOEKAMOE hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya jamu dan kearifan rempah Nusantara. Kami ingin masyarakat tetap bisa menikmati jamu yang berkualitas dengan harga yang terjangkau," ujarnya kepada rri.co.id pada Kamis (30/7/2026).

DJAMOEKAMOE menawarkan berbagai produk unggulan seperti jamu rempah racikan tradisional, bandrek rempah akar bajakah, dan kelapa bakar rempah. Seluruh produk diracik menggunakan rempah-rempah pilihan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa hingga Kalimantan.

Ady menjelaskan, cita rasa yang kuat, aroma khas, serta perpaduan berbagai rempah Nusantara menjadi pembeda produknya dibandingkan jamu lainnya. Seluruh proses produksi juga dilakukan dengan menjaga kualitas bahan baku, kebersihan, serta menggunakan peralatan yang baik dan halal.

Meski banyak pelanggan yang mengaku merasakan manfaat setelah mengonsumsi produknya, Ady menegaskan bahwa jamu bukanlah pengganti pengobatan medis.

"Kesembuhan hanya milik Allah SWT. Kami hanya berikhtiar melalui racikan herbal. DJAMOEKAMOE hadir sebagai perantara, bukan untuk mengklaim dapat menyembuhkan segala penyakit. Penilaian kami serahkan kepada masyarakat yang telah merasakan manfaatnya," katanya.

Menurutnya, konsumsi jamu secara rutin dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Hal tersebut sejalan dengan tagline DJAMOEKAMOE, "Jaga Sehat Sebelum Sakit."

Ia mengungkapkan, keluhan yang paling sering disampaikan pelanggan saat membeli jamu di antaranya asam lambung, masuk angin, pegal-pegal, serta berbagai keluhan kesehatan lainnya. Produk yang paling banyak diminati adalah jamu rempah racikan tradisional yang dikonsumsi masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Selain itu, DJAMOEKAMOE juga memberikan edukasi kepada pelanggan mengenai cara konsumsi jamu yang benar, seperti diminum pagi dan malam setelah makan dalam keadaan hangat. Untuk ibu hamil dan anak-anak, Ady menyarankan agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi produk herbal tertentu.

Di balik perkembangannya, pelaku UMKM ini juga menghadapi tantangan berupa kenaikan harga rempah, pajak, hingga biaya produksi yang berdampak pada harga jual dan daya beli masyarakat. Meski demikian, DJAMOEKAMOE terus berupaya mengenalkan budaya minum jamu kepada generasi muda melalui edukasi pola hidup sehat dan pemanfaatan rempah sebagai minuman kesehatan sehari-hari.

Dari sisi usaha, Ady mengaku perkembangan penjualan menunjukkan tren yang positif. Ia mengatakan, keuntungan yang diperoleh tidak semata-mata menjadi tujuan utama, melainkan bagaimana usaha tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Alhamdulillah usaha ini sudah memberikan dampak yang baik bagi keluarga. Kami juga tidak mengambil keuntungan yang besar meskipun menggunakan banyak rempah berkualitas. Yang terpenting, masyarakat bisa mendapatkan jamu dengan harga yang terjangkau dan merasakan manfaatnya," ungkapnya.

Keberadaan DJAMOEKAMOE juga turut memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi warga tanpa memandang usia maupun latar belakang pendidikan, usaha ini juga berkontribusi kepada kegiatan sosial di lingkungan sekitar, termasuk membantu masjid dan panti asuhan.

Ke depan, Ady berharap DJAMOEKAMOE dapat semakin dikenal masyarakat luas dan terus menjadi mitra dalam mendukung gaya hidup sehat.

"Jamu adalah warisan leluhur yang kaya manfaat. Kami berharap masyarakat terus melestarikan budaya minum jamu dan DJAMOEKAMOE bisa terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat," tutupnya.

Sebagai Radio UMKM, RRI terus berkomitmen memberikan ruang publikasi dan promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah. Sejak 2023, RRI meningkatkan intensitas program yang mendukung UMKM melalui dialog, liputan, edukasi, hingga promosi produk lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....