Deli Serdang Dorong Hilirisasi Ubi Kayu ke Pasar Global

  • 05 Jul 2026 11:32 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Deli Serdang - Potensi hilirisasi ubi kayu (singkong) menjadi tawaran utama yang dibawa Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda). Forum Bisnis merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di IKM Hall, Kamis 2 Juli 2026.

Forum tersebut mengangkat tema "Meningkatkan Perdagangan dan Bisnis Antar Daerah untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan serta Kolaborasi Bisnis yang Berkelanjutan". Pada forum itu, Asri Tambunan memaparkan strategi Deli Serdang membangun ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas lokal, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah, memperkuat perdagangan antardaerah, sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Menurutnya, daerah tidak lagi cukup hanya menjadi penghasil komoditas primer. Daerah harus mampu mengolah hasil pertaniannya menjadi produk bernilai tambah, agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Deli Serdang memiliki potensi besar menjadi pusat agroindustri ubi kayu di Sumatera Utara. Kita bangun bukan hanya sektor hulunya, tetapi juga industri pengolahannya. Sehingga petani memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik, UMKM berkembang, lapangan kerja bertambah, dan daya saing daerah semakin meningkat," kata Asri saat menjadi narasumber pada sesi diskusi bertajuk 'Kolaborasi Antar Daerah dalam Memperluas Jangkauan Pasar'.

Ia menambahkan, Deli Serdang memiliki modal besar untuk mengembangkan industri berbasis ubi kayu. Dari total lahan pertanian sekitar 97.500 hektare, lebih dari 12.400 hektare dimanfaatkan sebagai kawasan budidaya ubi kayu yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Produksi ubi kayu pun terus menunjukkan tren positif. Dalam beberapa tahun terakhir, produksinya meningkat dari 88.904 ton, menjadi 104.137 ton, hingga mencapai 109.310 ton.

Sentra produksi tersebar di Kecamatan Kutalimbaru, Sibolangit, Biru-Biru, STM Hulu, Pancur Batu, hingga Hamparan Perak. Dengan total estimasi produksi sekitar 73.200 ton per tahun, serta masih memiliki potensi pengembangan lahan sekitar 2.500 hektare.

Menurutnya, potensi tersebut akan semakin memberikan manfaat apabila dibangun melalui konsep hilirisasi. Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, harga ubi kayu di tingkat petani rata-rata sekitar Rp1.500 per kilogram. Namun setelah diolah menjadi keripik, nilai jualnya dapat mencapai sekitar Rp36.000 per kilogram. Bahkan, keuntungan bersih dari usaha keripik ubi kayu diperkirakan mencapai sekitar Rp7.200 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan menjual hasil panen dalam bentuk bahan baku.

Pengembangan hilirisasi tersebut, lanjutnya, telah melahirkan ekosistem usaha baru di Deli Serdang. Saat ini terdapat 186 unit usaha keripik ubi kayu dan 99 unit usaha opak tradisional yang berkembang di berbagai wilayah.

Salah satu pelaku UMKM, UD Kreasi Lutvi, bahkan berhasil menembus pasar ekspor ke Malaysia dan Korea Selatan,. Ini menjadi bukti produk olahan ubi kayu Deli Serdang memiliki daya saing di pasar internasional.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pun terus memperkuat sektor tersebut melalui penyediaan bibit unggul, pembangunan jalan usaha tani, penguatan kelompok tani, fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembangunan Rumah Produksi Bersama, hingga perluasan akses pemasaran produk UMKM.

"Ke depan, Pemkab Deli Serdang menargetkan peningkatan nilai tambah produk ubi kayu sebesar 40 persen, memperluas sentra produksi ke 10 kecamatan prioritas, serta meningkatkan jumlah UMKM olahan ubi kayu tersertifikasi dari 120 menjadi 300 unit usaha aktif, " ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan Forum Bisnis Daerah dibentuk untuk memperkuat perdagangan antardaerah. Hal ini melalui pemanfaatan komoditas unggulan masing-masing wilayah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....