Chongqing-Indonesia Perkuat Kerja Sama, Medan Berpeluang Jadi Mitra Strategis

  • 24 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Chongqing - Pemerintah Kota Chongqing, China, terus memperkuat hubungan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Indonesia. Potensi kolaborasi ini dinilai sangat besar untuk meningkatkan ekonomi kedua daerah, khususnya di bidang industri manufaktur, pendidikan dan lainnya.

Pejabat Tingkat II Biro sekaligus Kepala Divisi Berita Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Rakyat Kota Chongqing, Zhang Yaxi, mengatakan hubungan ekonomi antara Chongqing dan Indonesia selama ini telah berkembang cukup baik. Sejumlah perusahaan otomotif besar yang berbasis di Chongqing, seperti Changan dan Xiaokang Indonesia telah menjadi fondasi bagi kerja sama di sektor industri otomotif antarkedua daerah

“Kehadiran industri otomotif China di Indonesia menjadi salah satu bukti eratnya kerja sama ekonomi kedua negara,” ujarnya, saat menyambut delegasi media dari Sumatra di Chongqing, Selasa 23 Juni 2026.

Zhang Yaxi menuturkan, Chongqing memiliki rantai pasok industri yang lengkap. Berdasarkan klasifikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membagi industri ke dalam 41 kategori, Chongqing memiliki hampir seluruh rantai industri tersebut.

Sementara itu, Indonesia memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan perkebunan yang sangat dibutuhkan pasar China. Berbagai komoditas unggulan Indonesia seperti buah-buahan tropis, kopi, hingga produk kelapa sawit semakin dikenal dan diminati masyarakat Chongqing.

Reporter RRI Besty Simatupang (tengah) bersama Kepala Divisi Berita Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Rakyat Kota Chongqing, Zhang Yaxi (kiri), di Chongqing, Selasa 23 Juni 2026 (Foto: Dokumentasi Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan)

Selain sektor industri dan perdagangan, kerja sama pendidikan juga menjadi fokus penting. Beberapa perguruan tinggi di Chongqing telah menjalin komunikasi dengan institusi pendidikan di Indonesia.

Salah satunya adalah universitas di Chongqing yang telah bekerja sama dengan sekolah di Batam. Bahkan, terdapat rencana pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan UNPRI di Medan untuk bersama-sama membangun institusi pendidikan.

“Pemerintah Chongqing juga terus membuka peluang bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk menjalin hubungan yang lebih erat. Saat ini telah terbangun hubungan kerja sama antardaerah, termasuk dengan Provinsi Jawa Barat yang memiliki hubungan sister city dengan Chongqing,” ucapnya.

Zhang Yaxi juga mengatakan keberhasilan pembangunan kota yang kini menjadi salah satu pusat ekonomi terbesar di China tersebut, tidak terlepas dari komitmen pemerintah yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat.

Ia menyebut beberapa dekade lalu kondisi infrastruktur Chongqing belum maju seperti saat ini. Namun pemerintah secara konsisten menjalankan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Di sektor pariwisata, Chongqing juga menunjukkan perkembangan pesat. Pada tahun 2025, kota ini berhasil menerima sekitar dua juta wisatawan mancanegara. Wisatawan terbanyak berasal dari Rusia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Amerika Serikat, dan Singapura.

Sementara jumlah wisatawan asal Indonesia masih relatif kecil, sehingga menjadi peluang besar untuk terus ditingkatkan.

“Teman-teman media boleh membantu kami memperkenalkan Chongqing, dan mengajak teman-temannya maupun orang Indonesia untuk datang ke Chongqing,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....