Pelindo Resmi Operasikan Layanan Maritim Perairan Nipa
- 26 Mei 2026 17:14 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi melakukan Soft Operational Launching NTAA (Nipah Transfer Anchorage Area) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau, Senin (25/5/2026).
Langkah ini menandai dimulainya pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut cepat setelah Pelindo mengantongi izin konsesi dari Kementerian Perhubungan pada 6 Mei 2026 lalu untuk penyediaan dan pengusahaan kepelabuhanan di area perairan tersebut.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan lewat keterangan rilis yang diterima rri.co.id pada Selasa (26/5/2026) bahwa pengoperasian NTAA ini adalah langkah taktis untuk memperkuat posisi Indonesia di Selat Malaka salah satu rute perdagangan laut paling padat di dunia.
“Dengan lokasi geografis yang dimiliki Indonesia, sudah seharusnya kita mengambil peran yang lebih besar dalam ekosistem layanan maritim internasional. Kita tidak boleh hanya menjadi negara lintasan, tetapi harus menjadi penyedia layanan maritim yang kompetitif dan bernilai tambah,” tegas Achmad.
Selat Malaka merupakan urat nadi perdagangan global yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut China Selatan dan dilalui oleh ribuan kapal internasional setiap tahunnya. Tingginya trafik ini menjadikan kawasan Nipa sangat potensial sebagai pusat aktivitas logistik dunia.
Achmad menambahkan, pengembangan NTAA bukan sekadar urusan bisnis internal Pelindo, melainkan sebuah misi nasional untuk mendongkrak daya saing sektor maritim Indonesia di kancah global.
"Kami berharap keberadaan layanan ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan sekaligus memperkuat konektivitas maritim nasional dalam rantai logistik internasional," lanjutnya.
Untuk bersaing di level internasional, Pelindo telah menyiapkan sejumlah layanan kepelabuhanan utama di area NTAA yang dijalankan sesuai standar keselamatan global, antara lain:
- Ship to Ship Transfer (STS): Layanan alih muat komoditas antar-kapal di tengah laut.
- Pelayanan Kapal (Vessel services) : Penyediaan kebutuhan operasional kapal yang bersandar atau melintas.
- Floating Storage: Fasilitas penyimpanan terapung untuk efisiensi logistik.
Keberhasilan soft launching ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antarinstansi. Achmad pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Perhubungan serta seluruh pemangku kepentingan yang mengawal proses ini sejak awal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan dari pemerintah serta seluruh stakeholder. Ke depan, kami memohon kolaborasi berkelanjutan agar pengoperasian NTAA berjalan aman, lancar, dan memberi manfaat optimal bagi sektor maritim nasional,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....