Optimalisasi Aset BUMD, Rico Dorong Transparansi dan Sinergi Investasi

  • 06 Mei 2026 08:49 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan BUMD, khususnya dalam pemanfaatan aset dan skema kerja sama. Ia menekankan, Pemko Medan tidak mengintervensi aspek teknis, namun tetap menjalankan fungsi supervisi.

“Silakan bekerja sama dengan pihak mana pun, tetapi tetap harus ada notifikasi untuk supervisi,” ujarnya saat memimpin rapat monitoring dan evaluasi (Monev) triwulan I 2026 bersama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan, di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa 5 Mei 2026.

Ia juga meminta seluruh skema kerja sama, termasuk sewa-menyewa, disusun secara transparan dan mengacu pada regulasi. Selain itu, kerja sama harus didukung appraisal independen agar nilai aset optimal.

“Saya tidak mengintervensi teknis, tapi saya ingin hasilnya maksimal. Jangan ambil yang minimal,” ucapnya.

Ia menilai aset strategis di pusat kota harus dikembangkan dengan konsep besar dan terukur ,agar memberi nilai tambah signifikan bagi daerah. Rico meminta seluruh dokumen teknis dan hukum segera diserahkan untuk mempercepat pengambilan keputusan.

Rico juga menekankan pentingnya penyamaan tafsir antara BUMD dan Pemko melalui kajian hukum yang komprehensif. Pembahasan selanjutnya akan difokuskan melalui tim kecil, guna menentukan langkah terbaik sesuai regulasi.

“Mana jalan tengahnya, itu yang kita ambil. Setelah itu kita keluarkan edaran agar tidak ada perdebatan,” katanya.

Rico mendorong BUMD tetap aktif mencari investor dan mengembangkan inovasi, dengan tetap berpegang pada aturan. Ia menargetkan dalam waktu dekat sudah ada arah kebijakan yang jelas untuk mempercepat pengembangan BUMD.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan Septianus Bate’e melaporkan, pada triwulan I 2026 pihaknya telah menjalankan tiga dari empat unit usaha. Pihaknya juga sudah mulai menjajaki sejumlah kerja sama investasi.

Salah satu capaian adalah kerja sama pengelolaan parkir di PKTM yang meningkatkan setoran dari sekitar Rp30 juta menjadi Rp60 juta per bulan. Kerja sama ini disertai perbaikan infrastruktur oleh investor.

Adapun pengembangan lainnya, seperti kawasan PKTN, kolam renang, dan fasilitas olahraga, masih dalam tahap komunikasi dan kajian melalui studi kelayakan. Selain itu, terdapat proposal investasi Kolam Renang Deli, serta rencana pengembangan Medan Zoo yang difokuskan pada satwa endemik Sumatera melalui kerja sama dengan Taman Safari Indonesia, serta Rusunawa di Medan Amplas, yang saat ini hunian telah terisi penuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....