Bea Cukai Belawan Perkuat Sinergi Logistik Lewat BESTIE

  • 24 Apr 2026 13:19 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Dalam upaya memperkuat koordinasi dan menghadapi tantangan logistik di Pelabuhan Belawan, Bea Cukai Belawan menggelar forum diskusi bertajuk Coffee Morning BESTIE pada Selasa (22/04/2026). Acara ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog antara otoritas kepabeanan dengan para importir, eksportir, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), serta agen pelayaran.

Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menegaskan komitmennya untuk memastikan kecepatan dan transparansi layanan guna memberikan kepastian bagi dunia usaha. Melalui pendekatan risk-based control dan prinsip keadilan (fairness), pihaknya terus mendorong kepatuhan pengguna jasa demi menjaga standar layanan yang tinggi.

"Perbaikan lingkungan logistik di Belawan adalah hasil sinergi bersama seluruh pihak. Kami meminta dukungan semua pemangku kepentingan untuk membantu menjaga profesionalitas dan integritas pegawai Bea Cukai Belawan," ujar Agus dalam sambutannya diterangkan lewat rilis yang diterima rri.co.id pada Jumat (24/4/2026).

Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa realisasi penerimaan negara pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai Rp433,6 miliar atau sekitar 25,96 persen dari target pemerintah. Meski secara year-on-year mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu (34 persen), Bea Cukai Belawan optimis untuk terus mengoptimalkan sektor ini demi mendukung perekonomian nasional.

Selain penerimaan, isu dwelling time (DT) atau masa inap barang di pelabuhan menjadi sorotan utama. Sempat menyentuh angka 4,3 hari di awal tahun, kini DT berhasil ditekan menjadi 4,01 hari per akhir Maret 2026.

"DT adalah parameter utama kecepatan layanan. Ini tanggung jawab bersama dan tidak bisa diselesaikan oleh Bea Cukai sendiri. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak di kawasan pelabuhan untuk menekan angka tersebut," tambahnya.

Dari sisi pengawasan, sepanjang triwulan pertama 2026, Bea Cukai Belawan tercatat telah melakukan 54 kali penindakan. Langkah ini diambil untuk mengamankan penerimaan negara, melindungi industri dalam negeri, serta mencegah masuknya barang-barang terlarang.

Menanggapi berbagai kendala yang disampaikan pelaku usaha dalam sesi diskusi, Agus Sujendro menjanjikan langkah konkret. Dalam pekan ini, pihaknya berencana mengundang kembali para pemangku kepentingan untuk membahas perbaikan proses logistik secara lebih mendalam.

Beliau juga mengingatkan para eksportir dan importir untuk lebih teliti dalam pengisian dokumen pabean. "Hambatan sering kali muncul dari kesalahan kecil di dokumen. Perusahaan yang patuh akan kami permudah. Beritahukan dokumen sesuai kondisi sebenarnya karena ini adalah tanggung jawab bersama," tegas Agus.

Menutup kegiatan tersebut, Agus mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan semangat kolaborasi demi kemajuan daerah.

"Belawan adalah pintu gerbang utama Sumatera. Jika kita berjalan bersama dan bersinergi, logistik akan semakin lancar dan perekonomian Sumatera Utara akan terus bertumbuh," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....