Tensi Geopolitik Memanas, Kinerja Ekspor dan Harga Karet Naik

  • 17 Apr 2026 20:19 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai harga karet dunia masih berada dalam level kompetitif. Meski saat ini mengalami koreksi tipis mengikuti pelemahan sejumlah komoditas global.

Saat ini harga karet dunia diperdagangkan di kisaran 203 yen per kilogram, sedikit turun dibanding posisi tertinggi dalam satu tahun terakhir yang sempat menyentuh 207 yen per kilogram. Penurunan tersebut dinilai sejalan dengan koreksi harga minyak mentah dunia.

“Harga karet memang terkoreksi tipis, tetapi secara umum tren sepanjang 2026 masih positif dan didukung peningkatan permintaan pasar global,” ujar Gunawan, Jumat, 17 April 2026.

Menurutnya, kenaikan permintaan tersebut tercermin dari kinerja ekspor karet Sumatera Utara yang masih menunjukkan tren naik sepanjang April. Sejumlah produsen bahkan diproyeksikan mampu mencatat kenaikan ekspor mulai 12,5 persen hingga lebih dari dua kali lipat.

Kondisi ini didorong meningkatnya kebutuhan karet sebagai bahan baku berbagai industri. Termasuk sektor otomotif dan perlengkapan pendukung militer di tengah memanasnya konflik geopolitik Timur Tengah.

“Ketegangan geopolitik justru menjadi sentimen positif bagi harga karet karena permintaan meningkat. Ini memberi keuntungan bagi petani maupun produsen selama pasokan tetap terjaga,” ucapnya.

Meski demikian, tantangan ekspor masih membayangi, terutama untuk pengiriman ke kawasan Timur Tengah seperti Iran dan Irak. Penutupan Selat Hormuz dinilai berpotensi mengganggu jalur logistik, menyebabkan keterlambatan kargo, serta mendorong kenaikan biaya pengapalan.

Gunawan menambahkan, selama tensi geopolitik masih tinggi, harga karet diperkirakan tetap bertahan di level kompetitif dalam jangka pendek.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....