Banyak Anak Muda Punya Ide, tapi Gagal Eksekusi

  • 16 Apr 2026 23:21 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Banyak anak muda saat ini memiliki ide kreatif untuk memulai bisnis, namun tidak sedikit yang gagal dalam tahap eksekusi. Seorang trainer and animator, Aditya, mengatakan hambatan utama bukan terletak pada kemampuan, melainkan pada pola pikir yang belum terbentuk sejak awal.

Sebenarnya bukan tidak bisa, tapi memang tidak ada programnya. Jadi ketika kita tidak bisa melakukan sesuatu, bukan karena tidak pandai, tapi karena tidak terbiasa dan tidak pernah dilatih,” ujar Aditya.

Menurutnya, banyak orang tidak memiliki “program” dalam bawah sadar terkait bisnis, marketing, maupun pengelolaan keuangan. Hal ini membuat mereka ragu untuk memulai, meskipun memiliki ide yang baik.

Ia menjelaskan, program tersebut seharusnya dibentuk melalui kebiasaan dan pengulangan. Tanpa itu, seseorang akan kesulitan mengeksekusi ide yang dimiliki.

Kalau kita tidak punya program itu, ya kita tidak akan jalan. Jadi solusinya adalah di-install, caranya dengan repetisi, latihan terus menerus sampai jadi kebiasaan,” ucap Aditya.

Aditya juga menekankan dalam memulai bisnis dari nol, eksekusi memiliki peran yang lebih penting dibandingkan ide itu sendiri. Ide yang sederhana sekalipun dapat berkembang jika dijalankan secara konsisten.

Ide sebagus apa pun kalau tidak dieksekusi tidak akan pernah terwujud. Tapi ide yang biasa saja, kalau dikerjakan dengan konsisten, bisa jadi besar,” kata Aditya.

Selain itu, ia mengingatkan agar anak muda tidak terjebak pada tren atau fenomena ikut-ikutan (FOMO) dalam berbisnis, terutama dengan langsung mengeluarkan modal besar tanpa perencanaan yang matang.

Jangan langsung gambling dengan modal besar. Mulai dari kecil dulu, dilatih, dilihat perkembangannya. Kalau langsung besar lalu gagal, biasanya orang jadi kapok,” ujarnya.

Aditya juga membagikan pengalaman pribadi yang memulai dari hobi menggambar hingga akhirnya menjadi sumber penghasilan. Ia menilai, mengembangkan passion menjadi skill dan kemudian menjadikannya sebagai produk adalah langkah penting dalam membangun bisnis.

Bagaimana caranya hobi itu tidak hanya menghabiskan uang, tapi bisa menghasilkan. Dari hobi jadi skill, dari skill jadi karya, lalu karya itu dijual,” ucap Aditya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....