Harga CPO Turun, Risiko Over Supply dan Gangguan Ekspor Mengintai

  • 16 Apr 2026 22:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai penurunan harga crude palm oil (CPO) saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia, tetapi juga dibayangi sejumlah risiko ke depan.

Pada pekan pertama bulan ini, harga CPO sempat menyentuh 1.170 dolar AS per ton, namun kemudian berbalik arah ke kisaran 1.102 dolar AS per ton. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga minyak mentah dunia yang turun dari kisaran 110–113 dolar AS menjadi sekitar 90–95 dolar AS per barel.

“Penurunan harga CPO tidak terlepas dari koreksi harga minyak mentah dunia. Namun ada faktor lain yang juga perlu diwaspadai, terutama dari sisi pasokan dan potensi gangguan ekspor,” ujar Gunawan, Kamis, 16 April 2026.

Dari sisi produksi, peningkatan produktivitas tanaman sawit diperkirakan akan mendorong kenaikan pasokan. Berdasarkan pemantauan di pabrik kelapa sawit (PKS), penggunaan bahan baku sawit diproyeksikan meningkat hingga 20 persen secara bulanan pada April.

Di sisi lain, potensi gangguan ekspor juga menjadi perhatian, terutama akibat risiko geopolitik seperti blokade Selat Hormuz yang dapat berdampak pada keterlambatan pengiriman, kenaikan biaya logistik, hingga penurunan permintaan.

“Jika produksi meningkat sementara ekspor terganggu, maka risiko over supply sangat terbuka. Kondisi ini bisa menekan harga CPO ke depan, apalagi periode panen diperkirakan meningkat hingga Juni atau Juli,” katanya.

Gunawan menambahkan, dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah akan sangat menentukan arah harga sawit ke depan, terutama jika konflik meluas dan mempengaruhi negara tujuan ekspor utama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....