Kenaikan Harga Plastik Ganggu UMKM, Picu Risiko Inflasi

  • 15 Apr 2026 21:52 WIB
  •  Medan

RRI.CI.ID, Medan - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan mulai memberi tekanan bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga plastik pembungkus tercatat naik hingga sekitar 85 persen, dari sebelumnya Rp27 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Meski kontribusi plastik terhadap total biaya produksi tidak terlalu besar, kenaikan ini tetap berdampak pada biaya usaha secara keseluruhan. Ia meyebut pelaku UMKM saat ini berada dalam posisi sulit.

"Di satu sisi biaya meningkat. Namun di sisi lain, mereka masih menahan diri untuk menaikkan harga karena khawatir daya beli masyarakat turun,” ujar Gunawan, Rabu 15 April 2026.

Sejauh ini, banyak pelaku usaha memilih melakukan efisiensi. Seperti mengurangi porsi produk, menekan kualitas, hingga mengurangi tenaga kerja, dibandingkan langsung menaikkan harga jual.

Menurutnya, kenaikan harga plastik juga berpotensi memicu kenaikan harga yang tidak proporsional di tingkat konsumen. Secara hitungan, kenaikan biaya akibat plastik hanya sekitar Rp100 per produk.

"Namun dalam praktiknya, harga bisa naik Rp500 hingga Rp1.000, karena faktor pembulatan dan keterbatasan uang receh. Di sinilah potensi inflasi berlebih bisa terjadi,” ucapnya.

Gunawan menambahkan, dampak kenaikan harga plastik akan berbeda di setiap sektor. Industri yang sangat bergantung pada kemasan seperti air minum dalam kemasan dan minyak goreng, menjadi yang paling terdampak, disusul sektor makanan dan minuman lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....