Bea Cukai dan ALFI Sumut Bahas Tantangan Logistik Pelabuhan
- 09 Apr 2026 21:07 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Kantor Bea Cukai Belawan menerima kunjungan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Utara dalam sebuah forum diskusi yang berlangsung pada Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai tantangan logistik dan rantai pasok yang masih terjadi di kawasan Pelabuhan Belawan.
Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, membuka forum dengan ajakan untuk memperkuat sinergi antara Bea Cukai dan para pelaku usaha. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memaksimalkan fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan agar ekosistem logistik pelabuhan dapat berjalan lebih efektif.
Ketua ALFI Sumut, Suryanto, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bea Cukai Belawan dalam menerima masukan. Pihaknya menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan berbagai regulasi terbaru kepada pelaku usaha di lapangan.
Suryanto juga menyoroti pentingnya komunikasi publik. Menurutnya, Bea Cukai perlu lebih aktif menyampaikan pencapaian dan perbaikan yang telah dilakukan, mengingat ekosistem pelabuhan melibatkan banyak pihak. “Masyarakat perlu paham bahwa kerja di pelabuhan melibatkan banyak instansi. Transparansi penting agar persepsi publik lebih objektif,” ujarnya. Ia juga mendorong percepatan perbaikan logistik melalui koordinasi lintas instansi dan hasilnya dapat dikomunikasikan secara terbuka kepada semua pihak terkait.
Forum kemudian masuk ke pembahasan teknis. Surya Dharma S. dari Bidang Litbang ALFI menyoroti ketersediaan kontainer kosong yang kini menjadi tantangan bagi kelancaran ekspor. Ia menyebut ada tiga faktor yang perlu diwaspadai: dinamika sosiopolitik global, meningkatnya kebutuhan kontainer seiring beroperasinya KEK Sei Mangke, serta kelancaran proses logistik di Pelabuhan Belawan.
Sementara itu, Kabid Organisasi ALFI, Syawal Lubis, mengangkat isu kenaikan biaya pengiriman kontainer akibat perang di Timur Tengah. Ia menjelaskan bahwa beberapa negara menerapkan tambahan biaya War Risk Surcharge (WRS) yang semakin membebani eksportir. Syawal menegaskan pentingnya melihat persoalan dengan proporsional mengingat ekosistem pelabuhan melibatkan banyak instansi. “Jangan semua masalah dialamatkan ke satu pihak. Harus duduk bareng cari solusi,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Agus Sujendro menyampaikan apresiasi atas seluruh masukan yang diberikan. Ia memastikan bahwa isu-isu yang dapat segera ditindaklanjuti akan langsung dieksekusi, sementara hal yang memerlukan pembahasan lebih lanjut akan dikoordinasikan bersama Pelindo dan instansi terkait lainnya.
“Forum ini membuka perspektif kami bahwa tantangan di pelabuhan menyangkut keseluruhan rantai pasok, bukan hanya soal logistik,” ujar Agus.
Ia berharap dialog ini dapat menjadi agenda rutin antara Bea Cukai Belawan dan ALFI Sumut untuk mendorong peningkatan daya saing Pelabuhan Belawan ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....