Dampak Kenaikan Harga Plastik Bagi Ekonomi & Lingkungan

  • 09 Apr 2026 09:29 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kenaikan harga bahan baku plastik menjadi sorotan utama dalam program Dialog Aspirasi Sumut yang disiarkan di Programa 1 RRI Medan FM 94,3 MHz dan juga disiarkan melalui kanal RRI Net Medan, Kamis ( 9/4/2026 )pagi, menghadirkan dua narasumber, yakni Armawati Chaniago (Pegiat Lingkungan) dan Gunawan Benyamin (Ekonom). Dalam diskusi tersebut, Gunawan Benyamin memaparkan bahwa lonjakan harga plastik saat ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak bumi di pasar global. Sebagai bahan baku utama polimer, kenaikan harga minyak secara otomatis meningkatkan biaya produksi di sektor industri manufaktur dan pengemasan makanan.

"Para pelaku UMKM saat ini merasakan beban biaya operasional yang lebih tinggi karena sebagian besar produk mereka masih sangat bergantung pada kemasan plastik yang murah," ujar Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan bahwa pemerintah dan dunia industri perlu segera mencari solusi alternatif untuk memitigasi dampak ini agar daya beli masyarakat tidak merosot. Ia menekankan pentingnya mendorong inovasi kemasan lokal yang lebih terjangkau namun tetap aman. Jika beban biaya ini dibebankan sepenuhnya kepada konsumen, dikhawatirkan akan mengganggu tingkat konsumsi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, Armawati Chaniago yang juga menjadi narasumber Aspirasi Sumut, melihat fenomena ini sebagai peluang besar untuk melakukan transisi ekologis. Kenaikan harga plastik dinilai dapat menjadi momentum yang efektif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai.

"Selama ini, harga plastik yang terlalu murah membuat orang abai terhadap dampak limbahnya yang sangat merusak ekosistem sungai dan laut di Sumatera Utara," tegas Armawati.

Pegiat lingkungan ini mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan wadah yang dapat dipakai ulang (reusable) sebagai solusi jangka panjang yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Armawati juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan momen ini untuk memperkuat regulasi pembatasan sampah plastik di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

Kedua narasumber sepakat bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan sinergi yang kuat. Diperlukan kebijakan ekonomi yang pro-lingkungan serta perubahan perilaku masyarakat agar tercipta keseimbangan antara kelangsungan usaha dan kelestarian alam demi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....