Harga Pangan di Medan Stabil jelang Lebaran, Permintaan Naik Dua Kali Lipat

  • 19 Mar 2026 13:54 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Menjelang Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan, masih terpantau terkendali pada Kamis, 19 Maret 2026. Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan puncak belanja masyarakat diproyeksikan terjadi pada Kamis ini, karena sebagian masyarakat merayakan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Ia menyebut sebagian besar harga kebutuhan pangan masih dalam kondisi stabil. Gunawan menjelaskan, pada hari ini permintaan (demand) meningkat hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari normal. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan permintaan tertinggi, antara lain telur ayam, daging sapi, daging ayam, cabai, hingga bawang.

“Harga daging ayam terpantau stabil dalam rentang Rp40 ribu hingga Rp44 ribu per kilogram. Sementara daging sapi terpantau stabil, cenderung naik di kisaran Rp135 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram dibandingkan sehari sebelumnya Rp130 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram,” ujar Gunawan, Kamis 19 Maret 2026.

Gunawan menyebut harga bawang merah naik dari sekitar Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih naik dari kisaran Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.

Sementara itu, terjadi penurunan tajam pada komoditas cabai merah yang menyentuh Rp25 ribu per kilogram dari posisi sebelumnya Rp32 ribu per kilogram. Penurunan tajam cabai merah ini menurutnya tidak terlepas dari kenaikan persediaan yang mampu melampaui potensi permintaan mejelang Idulfitri.

Ia menuturkan, secara keseluruhan harga yang terbentuk sejauh ini masih terpantau stabil. Realisasinya lebih rendah dibandingkan harga menjelang Ramadan.

“Ini menunjukkan potensi kenaikan harga mampu diredam. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk komoditas daging sapi dan daging ayam,” kata Gunawan.

Gunawan menilai, menjelang Idulfitri, permintaan selalu lebih tinggi dibandingkan hari besar lainnya dalam satu tahun kalender. Namun, pada perdagangan Jumat, belanja masyarakat diproyeksikan akan lebih rendah dibandingkan Kamis ini. Pada hari Lebaran hingga H+2 Idul fitri, akan banyak pedagang yang menutup lapaknya.

“Masyarakat disarankan tidak berbelanja dalam jumlah besar pada hari tersebut. Karena ketidakseimbangan pasar kerap membuat harga komoditas melonjak di luar nalar,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....