Di Balik Layar Ekosistem On-Demand Grab Indonesia

  • 02 Mar 2026 10:06 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak terpisahkan, mulai dari transportasi, pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital.

Model berusaha berbasis platform memungkinkan individu untuk tetap produktif, tanpa harus terikat dalam hubungan kerja formal dengan jam kerja tetap, atau dikenal dengan istilah gig economy. Grab adalah salah satu platform gig economy di industri ride-hailing, terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan.

Sejak hadir di Indonesia pada 2014, Grab telah menjangkau jutaan pengguna di seluruh negeri, dan lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia. Menurut Studi ITB (2023), industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2 persen terhadap total PDB Indonesia tahun 2022, dan Grab berkontribusi sekitar 50 persen di industri transportasi dan pengantaran online (Oxford Economics, 2024).

Ini mencerminkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan oleh keseluruhan ekosistem layanan Grab. Dalam ekosistem Grab Indonesia, profil mitra mencerminkan fungsi platform sebagai akses ekonomi yang terbuka dan inklusif. Sekitar 1 dari 2 mitra pengemudi sebelumnya merupakan korban PHK atau tidak memiliki sumber pendapatan.

Selain itu, lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas juga terdaftar dalam platform ini. Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total mitra pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang.

Mayoritas mitra juga memanfaatkan platform sebagai penghasilan sampingan. Lebih dari 80 persen mitra pengemudi roda 2, dan sekitar 67 persen mitra pengemudi roda 4 menjadikan Grab sebagai sumber penghasilan sampingan.

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan pola ini memperkuat gambaran bahwa ekosistem on-demand berfungsi sebagai ruang partisipasi yang adaptif. Ini memungkinkan individu menentukan sendiri tingkat keterlibatan sesuai kebutuhan ekonomi dan situasi hidupnya.

“Komposisi mitra pengemudi roda 2 dan roda 4 di ekosistem Grab Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas adalah fondasi utama model on-demand. Mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai penghasilan sampingan, sementara hanya sebagian kecil yang menjadikan ojol sebagai nafkah utama,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu 1 Maret 2026.

Ia menuturkan, dalam sistem yang fleksibel, pendekatan yang adil adalah pendekatan yang proporsional. Mitra yang narik dan konsisten membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda dibanding mitra yang hanya narik sesekali.

Sejalan dengan prinsip tersebut, bentuk dukungan yang diberikan Grab pun dirancang tidak hanya relevan secara ekonomi, tetapi juga bermakna secara personal. Selaras dengan komitmen tiga babak “Grab untuk Indonesia”, yang diluncurkan pada 13 Januari 2026 lalu. Khususnya Babak 2: Memberi Makna, berbagai inisiatif penghargaan dirumuskan bagi mitra yang menunjukkan komitmen dan konsistensi tinggi, termasuk apresiasi spesial yang dihadirkan pada momen Ramadan.

Pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini, pihaknya ingin menghadirkan tanda kasih sebagai wujud terima kasih yang tulus kepada para mitra pengemudi yang tidak hanya berprestasi. Tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan menginspirasi sesama.

“Melalui program ‘Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis’, Grab menyediakan 105 paket umrah sebagai bentuk penghormatan atas kebaikan dan perjuangan mereka,” ujar Neneng Goenadi.

Inisiatif ini dimulai dengan penyerahan paket umrah gratis kepada 5 mitra pengemudi yang menginspirasi dan berprestasi. Mereka adalah Mpok Fika, relawan juru bahasa isyarat dan bagian dari Komunitas Mitra Tuli Grab; Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado yang turut menjangkau daerah sulit; Yusuf, pendiri komunitas relawan yang membantu keluarga prasejahtera, lansia, dan pedagang kecil; Syamsudin, yang sejak 2017 terus berjuang menafkahi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik; serta Yunus, yang naik kelas dari GrabBike ke GrabCar Premium dan meningkatkan ekonomi keluarganya.

Selanjutnya, Grab akan memberikan 100 paket umrah gratis kepada mitra pengemudi berprestasi lainnya. Inisiatif ini menjadi tanda kasih Grab untuk mitra pengemudi atas dedikasi mereka, sekaligus penyemangat untuk terus melangkah dan menginspirasi dalam perjalanan panjang membangun ekonomi digital yang inklusif.

“Bagi saya, ini bukan hanya tentang umrah, tetapi tentang merasa dihargai atas setiap usaha dan konsistensi yang saya jalani selama ini. Apresiasi ini memberi semangat baru bagi saya untuk terus bekerja dengan sepenuh hati dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk terus melangkah,” ujar Syamsudin, Mitra Pengemudi Grab yang mendapatkan umrah gratis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....