Komisi XI Tinjau Kinerja Bea Cukai Belawan

  • 25 Feb 2026 20:58 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Bea Cukai Belawan untuk meninjau langsung proses bisnis dan pelaksanaan tugas kepabeanan di salah satu pelabuhan tersibuk di luar Pulau Jawa pada Selasa (24/2/2026).

Rombongan dipimpin Ketua Komisi XI Misbakhun, dan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, didampingi jajaran direktur teknis serta pimpinan Bea Cukai Sumatera Utara. Kunjungan diawali dengan peninjauan TPFT Graha Segara, berlanjut ke long room, fasilitas X-ray G-Scan, hingga instalasi pipa CPO di dermaga.

Misbakhun menegaskan, kunjungan ini menjadi langkah penting untuk memperdalam pemahaman anggota dewan terkait tugas teknis kepabeanan di lapangan.

“Kedatangan kami ini sengaja untuk mendekatkan Komisi XI dengan mitra kerjanya. Kami ingin mengetahui tugas Bea Cukai di lapangan seperti apa. Tugas mereka sangat unik karena dihadapkan dengan berbagai hal teknikal,” ujar Misbakhun.

Ia menyebut Pelabuhan Belawan sebagai pintu gerbang perdagangan yang sangat strategis, sehingga penguatan kapasitas Bea Cukai menjadi prioritas.

“Kami ingin mengetahui seberapa besar arus barang di Belawan dan memberikan penguatan kepada Bea Cukai yang bebannya berat sementara fasilitasnya masih minim,” tegasnya.

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama menyambut positif kunjungan tersebut dan menilai bahwa pemahaman legislatif sangat dibutuhkan untuk memperkuat pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kunjungan tadi memberikan gambaran proses bisnis Bea Cukai, termasuk keterlibatan pihak swasta dan instansi pemerintah lainnya. Kami mohon dukungan Komisi XI dalam meningkatkan penerimaan negara,” ungkap Djaka.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut, Rudy Rahmaddi, memaparkan sejumlah inovasi yang tengah dikembangkan Bea Cukai Belawan. Salah satunya Trade AI, sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi miss invoicing dan menguji kewajaran nilai pabean.

Bea Cukai juga sedang mengintegrasikan sistem National Logistics Ecosystem (NLE) serta mengoperasikan X-ray terbaru G-Scan yang mampu memonitor barang dalam kontainer dengan teknologi pembelajaran mesin.

Dalam pemaparannya, Rudy juga menjabarkan profil strategis Pelabuhan Belawan. Menurutnya, pelabuhan ini memiliki keunggulan dalam integrasi dengan industri sawit—komoditas utama ekspor Sumatera Utara.

“Hampir 99 persen bea keluar berasal dari komoditas sawit. Ini karakteristik yang tidak dimiliki pelabuhan lain,” jelasnya.

Namun, ia ikut mengingatkan adanya tantangan penerimaan negara pada 2026 akibat tren penurunan harga patokan sawit.

Kepala Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, kepada rri.co.id pada Rabu (25/2/2026) mengapresiasi dukungan Komisi XI dan menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Kami terus berinovasi, mulai dari joint inspection di TPFT Graha Segara, pengoperasian G-Scan berbasis AI, hingga pengembangan Trade AI. Kami berharap dukungan Komisi XI terus mengalir, terutama pemenuhan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Agus menambahkan, fasilitas yang lebih memadai akan semakin mengoptimalkan peran Bea Cukai Belawan sebagai penjaga pintu gerbang perdagangan di Sumatera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....