Cegah Lonjakan Harga, Pemprov Sumut Perkuat Pengawasan dan Operasi Pasar

  • 24 Feb 2026 20:32 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) memperkuat pengawasan dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026, guna mencegah lonjakan harga bahan pokok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan, dan menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Yosi Sukmono, mengatakan tren harga sejumlah komoditas mulai menunjukkan kondisi yang lebih terkendali. Termasuk hortikultura dan daging sapi.

“Tren harga hortikultura telah menunjukkan penurunan dan lebih rasional. Sementara daging sapi relatif terkendali melalui koordinasi dengan Bulog dan produsen lokal. Kami memastikan stok dalam kondisi cukup dan suplai secara berkala dipenuhi, sehingga mampu menjaga kestabilan harga,” ujar Yosi, Senin 23 Februari 2026.

Menurutnya, Pemprov melakukan pengawasan berkala dari hulu hingga hilir. Mulai dari produsen, distributor, hingga ritel modern dan pasar tradisional.

“Kemudian nanti dalam momen tertentu kita bersama-sama dengan Satgas Pangan juga untuk bisa turun ke lapangan. Ini untuk memastikan harga di pasar tidak terlalu tinggi,” ucapnya.

Pemprov Sumut juga berkoordinasi dengan seluruh sektor terkait guna memantau ketersediaan komoditas utama. Jika ditemukan potensi kekurangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera mengambil langkah strategis.

Selain itu, operasi pasar telah digelar di berbagai daerah. Antara lain Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Padangsidimpuan, dan Pematangsiantar. Sejumlah kabupaten/kota lainnya dijadwalkan menyusul.

Pemprov Sumut juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diberlakukan.

“Tentu akan ada tindakan terhadap langkah-langkah (penimbunan) seperti itu. Kami berharap dan meminta kepada seluruh pihak produsen, distributor melakukan kerjasama yang baik,” kata Yosi.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying atau membeli kebutuhan secara berlebihan. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan di Sumut tetap aman.

“Belanja sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying. Stok untuk komoditas pangan di Sumut dalam kondisi yang cukup,” kata Yosi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....