Belanja Masyarakat Normal Selama 20 Hari usai Lonjakan Pra-Ramadan

  • 22 Feb 2026 22:24 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatra Utara (UISU), Gunawan Benjamin, memproyeksikan belanja masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). Gunawan memprediksi akan kembali mengalami penurunan setelah lonjakan signifikan yang terjadi pada H-5 hingga H-1 Ramadan.

“Setelah lonjakan belanja masyarakat menjelang Ramadhan, aktivitas belanja diperkirakan kembali menurun. Hal ini salah satunya tergambar dari menurunnya aktivitas pemotongan sapi di wilayah Sumut,” ujar Gunawan dalam keterangannya, Kamis, 22 Februari 2026.

Ia menyebut, sejumlah pedagang juga melaporkan terjadinya penurunan tajam aktivitas belanja masyarakat tepat pada 1 Ramadhan. Selanjutnya, belanja masyarakat diperkirakan akan kembali bergerak normal.

Menurut Gunawan, secara umum belanja masyarakat selama Ramadan akan berada sedikit di atas rata-rata harian normal. Namun, tren belanja cenderung melemah selama sekitar 20 hari dalam bulan Ramadan dan baru kembali menggeliat pada sepekan menjelang Idulfitri.

“Belanja masyarakat akan kembali meningkat satu pekan jelang lebaran. Sementara itu, selama Ramadhan terdapat sekitar 20 hari di mana tren belanja cenderung sedikit turun, meski masih berada di atas rata-rata harian normal,” ucapnya.

Gunawan menambahkan, sejumlah komoditas pangan yang tetap mengalami kenaikan permintaan selama Ramadhan antara lain gula pasir, tepung, minyak goreng, kelapa, serta buah-buahan. Sebaliknya, permintaan komoditas sumber protein seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan ikan cenderung kembali stabil.

Ia menilai, tidak semua pedagang kuliner beroperasi selama Ramadhan sehingga serapan komoditas pangan justru berpeluang menurun. Salah satu contohnya adalah daging sapi yang selama ini banyak mengandalkan permintaan dari pedagang bakso.

Meski demikian, Gunawan menegaskan bahwa stabilnya permintaan tidak serta-merta diikuti penurunan harga yang signifikan. Berdasarkan perhitungannya, harga sejumlah komoditas sumber protein diperkirakan akan kembali ke level harga sebelum H-5 Ramadan.

“Kecuali untuk komoditas cabai yang saat ini masih mencari titik keseimbangan baru di tengah gangguan panen yang dihadapi petani,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Gunawan menilai tidak terdapat potensi gangguan harga yang signifikan akibat pasokan dari Sumut selama Ramadan. Tekanan harga justru lebih dipengaruhi oleh faktor permintaan serta potensi kenaikan harga dari wilayah di luar Sumatera Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....