Harga Pangan Stabil, Operasi Pasar Murah Dinilai Kurang Efektif
- 19 Feb 2026 14:02 WIB
- Medan
RRi.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menilai harga sejumlah kebutuhan pangan saat ini relatif stabil dan berada pada tingkat keekonomian. Namun, harga daging sapi dan daging ayam masih tergolong mahal di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Gunawan menjelaskan, pemerintah biasanya melakukan intervensi melalui operasi pasar murah ketika menghadapi momentum hari besar keagamaan. Kebijakan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Operasi pasar murah memang bertujuan mulia, tetapi di lapangan kerap kurang tepat sasaran,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, mekanisme distribusi yang mengandalkan informasi terbuka berpotensi membuat bantuan justru dinikmati oleh masyarakat yang lebih mampu mengakses informasi. Akibatnya, kelompok miskin yang paling membutuhkan tidak selalu mendapatkan manfaat.
Selain itu, keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah membuat operasi pasar hanya menyasar komoditas tertentu tanpa berdampak signifikan pada penurunan harga secara luas di pasar. Gunawan menilai distribusi pangan murah seharusnya diarahkan secara spesifik kepada masyarakat miskin melalui pendataan yang jelas.
“Target kebijakan seharusnya bukan sekadar menekan harga, tetapi memastikan masyarakat tidak mampu bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” katanya.
Ia juga menyoroti anggapan bahwa pasar murah sering dipersepsikan sebagai kebijakan pencitraan karena tidak menyentuh akar persoalan ekonomi. Menurutnya, apabila anggaran terbatas, dana tersebut sebaiknya difokuskan untuk subsidi langsung kepada kelompok rentan agar dampaknya lebih terasa.
Gunawan menambahkan, rendahnya partisipasi masyarakat miskin dalam program pasar murah juga dipengaruhi keterbatasan kemampuan membeli secara tunai. Banyak keluarga miskin memenuhi kebutuhan harian dengan cara berutang, sehingga sulit memanfaatkan program yang mensyaratkan pembayaran langsung.
“Perlu skema baru, misalnya pendataan penerima jauh sebelum operasi pasar digelar agar distribusi benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa perubahan mendasar dalam desain kebijakan, operasi pasar murah tidak akan mampu menyelesaikan persoalan utama yang dihadapi masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....