Stok Ayam Dikurangi dari Kandang, Pasokan Pasar Menyusut
- 18 Feb 2026 22:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Kenaikan harga ayam di Pasar Sei Sikambing juga diikuti dengan pengurangan stok dari pihak kandang atau peternak. Kondisi ini membuat jumlah ayam yang masuk ke pasar tidak sebanyak biasanya.
Pedagang ayam, Didi, mengatakan sebelumnya ia mampu menyetok hingga 100 ekor per hari untuk memenuhi permintaan pelanggan. Namun dalam beberapa waktu terakhir, jumlah tersebut berkurang cukup signifikan.
“Kalau dulu bisa sampai 100. Sekarang paling 80-70. Itu pun memang dikurangin dari kandang,” jelasnya saat diwawancarai pada Rabu, 18 Februari 2026.
Menurut Didi, pengurangan tersebut bukan keputusan pedagang, melainkan dari pihak peternak atau kandang. Ia menyebut distribusi ayam memang sudah dibatasi sejak beberapa waktu terakhir.
Hal senada disampaikan pedagang ayam potong lainnya, Ijal. Ia mengaku biasanya mengambil sekitar 100 ekor per hari, kini menjadi 70–80 ekor per hari, tergantung kebutuhan dan kondisi pasar.
“Kalau hari biasa ada pengurangan. Misalnya tiga kotak, sekitar 30 ekor. Tapi kalau hari libur biasanya nggak dikurangi, karena kan MBG juga libur,” ujarnya.
Ijal menjelaskan, dalam situasi normal ia bisa menerima pasokan penuh sesuai permintaan. Namun ketika terjadi penyesuaian dari kandang, jumlah ayam yang diterima otomatis berkurang, sehingga memengaruhi stok di lapaknya.
Para pedagang menilai pengurangan pasokan ini turut berdampak pada harga jual di tingkat pasar. Jika stok terbatas sementara permintaan tetap, harga cenderung bertahan tinggi dan sulit turun dalam waktu singkat. Mereka berharap pasokan segera kembali normal agar harga ayam bisa lebih stabil dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....