SPJM Siap Jalankan Pengolongan 24 Jam
- 18 Feb 2026 16:34 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS), memastikan kesiapan penuh dalam mendukung penerapan kegiatan pengolongan 24 jam di perairan Sungai Mahakam.
Pemberlakuan pola baru ini merupakan hasil langkah kolaboratif antara pemerintah, instansi teknis, dan pelaku usaha pelayaran untuk merumuskan strategi keamanan, keselamatan, serta kelancaran arus lalu lintas kapal di kawasan tersebut. Salah satu solusi yang diputuskan adalah pengolongan kapal secara nonstop selama 24 jam guna mengurangi kepadatan dan mengantisipasi potensi gangguan operasional.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward Napitupulu, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiasi pemerintah melalui KSOP Kelas I Samarinda.
“Sebagai bagian dari Pelindo Grup yang menangani kegiatan pemanduan dan penundaan di perairan Sungai Mahakam, kami menyambut baik inisiasi untuk memperlancar kegiatan serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Edward lewat keterangan rilis yang diterima rri.co.id pada Rabu, 18 Februari 2026.
Selaras dengan hal tersebut, Senior Manager Wilayah 4 SPJM, Al Abrar, menjelaskan bahwa persiapan operasional terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan layanan sepanjang hari.
“Optimalisasi pelayanan 24 jam mencakup area pengolongan di Martadipura, Tenggarong, Mahulu, Mahakam, dan Mahkota. Dengan pola baru, jadwal pengolongan menjadi dua kali naik dan dua kali turun,” jelasnya.
Dari sisi SDM, SPJM akan menambah 10 pandu baru sehingga total pandu menjadi 42 orang. Penambahan ini dibarengi penyegaran kompetensi personel dan evaluasi kinerja kapal tunda yang ada. Untuk pelayanan tunda escort di Mahulu, SPJM menyiapkan satu unit kapal tunda escort tambahan, melengkapi tiga unit kapal tunda assist yang telah beroperasi.
Di bidang teknologi, SPJM juga mengaktifkan Planning and Control Room (PnC) terintegrasi dan peningkatan kapasitas Automatic Identification System (AIS) untuk pemantauan waktu nyata. Langkah ini sekaligus memperkuat standar layanan, integrasi data HSSE, serta transparansi pelayanan.
Edward menegaskan bahwa berbagai upaya yang dilakukan harus dijalankan secara berkelanjutan dan membutuhkan dukungan semua pihak.
“Kegiatan pemanduan dan penundaan mengutamakan keselamatan berlayar. Karena itu perlu peran aktif seluruh pihak agar kegiatan kapal di perairan Sungai Mahakam berjalan lancar, cepat, aman, efisien, dan andal,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....