Harga Tomat, Daging Sapi, dan Ayam Naik Didorong Permintaan

  • 15 Feb 2026 16:42 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan-Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kenaikan harga tomat yang saat ini ditransaksikan di kisaran Rp15.000 per kilogram dipicu oleh terganggunya pasokan di tingkat petani. Dalam sepekan terakhir, harga tomat melonjak tajam dari posisi awal Februari yang masih berada di kisaran Rp9.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat terpuruk hingga Rp5.000 per kilogram pada pekan ketiga Desember 2025.

“Kenaikan harga tomat yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh terganggunya pasokan di tingkat petani, setelah harga tomat sempat jatuh hingga Rp5.000 per kilogram pada akhir Desember 2025 dan membuat petani beralih ke komoditas lain,” ujar Gunawan pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, keterpurukan harga tomat di akhir tahun lalu telah menyebabkan banyak petani mengalami kerugian dan memilih beralih menanam komoditas pertanian lainnya. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penurunan pasokan tomat di pasar, sehingga mendorong kenaikan harga dalam waktu yang relatif singkat. Tekanan harga juga diperkuat oleh kenaikan harga tomat di wilayah Sumatera Barat yang memengaruhi distribusi antarwilayah. Saat ini masih dilakukan observasi untuk melihat seberapa lama harga tomat akan bertahan di level tinggi.

Selain tomat, Gunawan juga mencermati adanya kenaikan harga pada komoditas daging sapi dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional. Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi di Pasar Sukaramai tercatat naik Rp5.000 per kilogram menjadi Rp145.000 per kilogram per 13 Februari 2026. Kenaikan tersebut lebih dipicu oleh faktor permintaan menjelang bulan Ramadhan dan terjadi di tingkat pedagang pengecer, sementara harga di level produsen hingga kini masih relatif stabil.

“Untuk daging sapi, kenaikan harga yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan jelang Ramadhan dan berlangsung di level pedagang pengecer, sementara di tingkat produsen sejauh ini belum terlihat adanya perubahan harga,” katanya.

Harga daging ayam juga terpantau mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, seperti Sukaramai, Aksara, dan Petisah. Berdasarkan rilis data PIHPS, kenaikan harga daging ayam berada di kisaran Rp1.000 hingga Rp2.500 per kilogram, dengan harga saat ini ditransaksikan dalam rentang Rp41.000 hingga Rp44.500 per kilogram per 13 Februari 2026.

Gunawan memproyeksikan kenaikan harga daging sapi dan daging ayam bersifat sementara. Dari hasil pemantauan di lapangan, pasokan kedua komoditas tersebut masih terpantau stabil dan mencukupi hingga Lebaran, dengan volume pasokan yang relatif konsisten dibandingkan hari normal. Namun demikian, realisasi harga yang meningkat hingga sekitar 45 persen mengindikasikan adanya lonjakan permintaan di atas 15 persen menjelang Ramadhan.

“Jika melihat realisasi harga yang menyentuh kisaran 45 persen, maka dapat diproyeksikan permintaan daging sapi dan ayam meningkat lebih dari 15 persen menjelang Ramadhan, meskipun pasokannya masih terpantau aman,” ucapnya.

Ia memperkirakan selama bulan Ramadhan, rata-rata pasokan daging ayam yang disediakan dalam sepekan akan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan hari normal. Hal tersebut mencerminkan tingginya permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut. Sementara itu, untuk daging sapi, potensi kenaikan permintaan diperkirakan dapat mencapai 35 persen dibandingkan kondisi normal.

“Pada beberapa budaya masyarakat tertentu, daging sapi seakan menjadi menu wajib jelang Ramadhan. Ditambah lagi dengan dampak banjir yang menyebabkan kematian ternak sapi milik petani, sehingga terjadi pergeseran pasokan ke peternak modern dan turut memperkuat tekanan harga,” ujar Gunawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....