Pertamina Menjaga Kelancaran Distribusi Gas Menjelang Bulan Puasa

  • 14 Feb 2026 21:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat Indonesia menjelang bulan puasa. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa perusahaan akan memastikan seluruh operasional berjalan optimal tanpa hambatan.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi, Pertamina telah melakukan berbagai langkah, termasuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan mengidentifikasi daerah rawan bencana. Pertamina mendapat dukungan BMKG sehingga bisa mengakses peta daerah rawan bencana.

Pertamina juga akan menyiagakan mobile tank di jalur mudik dan menyediakan layanan motorist untuk membantu situasi darurat. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 untuk mendapatkan pengantaran BBM.

Dengan komitmen ini, Pertamina berharap dapat memberikan layanan energi yang prima bagi masyarakat Indonesia selama bulan puasa dan Idulfitri.

RRI Medan dalam acara Dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 FM 94.3 Mhz, Jumat (13/2/2026 ) pagi membahas kesiapan stok dan distribusi LPG di Sumatera Utara dalam menghadapi bulan suci Ramadan, dengan menghadirkan narasumber M. Romi Bahtiar dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

“ Pembentukan Satgas RAFI (Ramadhan & Idul Fitri). Satgas bertugas memantau ketersediaan energi, termasuk BBM dan LPG, selama 24 jam untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Pola konsumsi masyarakat Sumut yang meningkat sekitar 3-5% menjelang Ramadan, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, “ ujar Romi.

Lebih lanjut Romi menjelaskan jalur distribusi dari SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) ke Agen, hingga ke Pangkalan. Penekanan bahwa pengawasan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) hanya bisa dijamin sampai tingkat pangkalan resmi. Mengenai transformasi subsidi tepat sasaran melalui pendaftaran KTP bagi pembeli LPG 3kg agar bantuan pemerintah lebih efektif dan tidak disalahgunakan.

“ Himbauan bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk menggunakan produk Bright Gas (LPG non-subsidi) agar kuota LPG 3kg benar-benar tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Terkait langkah cepat jika terjadi kelangkaan di suatu wilayah, yaitu dengan melakukan "Operasi Pasar" atau penambahan pasokan fakultatif, ungkap Romi.

Menutup dialog Aspirasi Sumut Romi mengatakan bahwa Pertamina memberikan jaminan keamanan pasokan dan meminta masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan panic buying, distribusi LPG di Sumatera Utara telah dipersiapkan dengan matang untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. ( Red : Asyifah ).

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....