Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Sumatera Utara Stabil

  • 05 Mei 2023 17:03 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Harga sejumlah kebutuhan pangan di Sumatera Utara terpantau masih bertahan murah. Kecuali dua komoditas pangan seperti daging ayam dan telur ayam yang menunjukan tren naik. Sejauh ini harga daging ayam di kota Medan dijual dalam rentang 32 hingga 34 ribu rupiah per kg. Sementara harga telur ayam mulai mengalami kenaikan sekitar 100 rupiah per butirnya. Hal ini disampaikan Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, Jumat (5/5/2023).

“Untuk kenaikan dua komoditas tersebut saya pikir masih terbilang wajar. Dan harganya masih sesuai dengan harga keekonomiannya. Untuk harga telur ayam masih di kisaran 26 ribuan per kg, sementara daging ayam ini masih dibawah 35 ribu per kg. Yang secara umum masih dalam kategori normal mengacu kepada biaya input produksi serta harga keekonomian di level peternak,“ ucapnya.

Gunawan mengungkapkan, selain daging dan telur ayam, harga sejumlah kebutuhan masyarakat lainya masih bergerak stabil dan sebagian masih bertahan di harga murah. Berdasarkan data PIHPS, harga cabai merah di Kota Medan dijual di kisaran angka 16.800 rupiah per kg, cabai rawit dijual rata rata 16.700 rupiah per kg. Untuk harga beras masih stabil dalam rentang 10.250 hingga 13.600 rupiah per kg. Harga minyak goreng curah stabil di kisaran angka 14 ribu rupiah per kg. Bawang putih berada di kisaran 30.400 rupiah per kg, dan bawang merah rata rata dijual 29.200 rupiah per kg. Gula pasir di kisaran harga 14 hingga 15 ribu rupiah per kg. Dan untuk harga daging sapi kembali ke harga normal dalam rentang 120 hingga 130 ribuan per kg.

Sementara itu, salah seorang pedagang pasar tradisional di Tanjung Morawa, Ida Kesumawati, justru mengeluhkan kondisi harga pangan yang murah tersebut. Diakuinya, para pembeli lebih memilih membeli komoditas pangan dalam jumlah banyak sebagai stok kebutuhan sehari-hari.

“Nyimpen-nyimpen di kulkas, nyetok. Jadi kalau tempat awak jualan yang tiap hari ke pajak, apa ya kurang pembeli malahan. Sangkin murae (murahnya) orang kan beli, stok, udah itu disimpen,” katanya.

Ida mengatakan, harga pangan murah ini menyebabkan sepinya pembeli yang datang untuk berbelanja. Barang dagangannya menjadi banyak terbuang diakibatkan kondisinya yang sudah tidak layak jual.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....