Tren Cashless Kian Digemari Anak Muda
- 01 Jan 2026 14:54 WIB
- Medan
Sistem pembayaran non tunai atau cashless semakin menjadi pilihan utama di kalangan anak muda. Kemudahan, kecepatan, serta berbagai promo yang ditawarkan menjadikan transaksi digital melalui dompet elektronik dan QRIS kian diminati dalam aktivitas sehari-hari.
Perkembangan teknologi digital dinilai sebagai faktor utama meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai. Anak muda yang akrab dengan gawai dan internet cenderung memilih transaksi praktis tanpa perlu membawa uang tunai. Mulai dari pembayaran makanan dan minuman, transportasi, belanja daring, hingga hiburan, kini dapat dilakukan hanya dengan satu kali pemindaian kode atau sentuhan layar.
Selain faktor kepraktisan, sistem cashless juga dianggap lebih aman dan efisien. Risiko kehilangan uang tunai dapat diminimalkan, sementara pencatatan transaksi menjadi lebih rapi dan transparan. Hal ini turut mendorong anak muda untuk lebih sadar dalam mengelola pengeluaran, karena seluruh transaksi tercatat secara digital, namun demikian, tren pembayaran non tunai juga memunculkan tantangan tersendiri.
Kemudahan bertransaksi dinilai dapat memicu perilaku konsumtif, terutama di kalangan generasi muda yang kerap tergoda oleh promo dan potongan harga. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, penggunaan dompet digital berpotensi membuat pengeluaran tidak terkontrol.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai bahwa sistem pembayaran tunai dan non tunai masih sama-sama dibutuhkan oleh masyarakat. Ia menegaskan, “Cashless dan penggunaan uang tunai itu sama-sama diperlukan. Tinggal bagaimana pemerintah mengatur sistemnya agar bisa berjalan seimbang dan saling melengkapi,” ujarnya pada Dialog Aspirasi Sumut pada Rabu lalu (31/12/25).
Lebih lanjut, Gunawan mengingatkan bahwa penguatan regulasi menjadi kunci agar perkembangan pembayaran digital tidak menimbulkan risiko baru. “Kalau tidak diatur dengan baik, kemudahan transaksi non tunai bisa berdampak pada risiko keuangan, terutama bagi anak muda. Karena itu, peran pemerintah sangat penting dalam memastikan keamanan dan perlindungan bagi pengguna,” katanya.
Di sisi lain, perluasan sistem pembayaran non tunai turut mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital. Pemerintah dan lembaga keuangan terus mendorong penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran nasional guna memudahkan transaksi lintas platform serta mendukung pelaku UMKM agar dapat bersaing di era digital.
Sistem pembayaran non tunai diharapkan tidak hanya menjadi simbol gaya hidup modern, tetapi juga sarana untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan anak muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....