Warga Sambut Gembira Rencana Pembangunan SD Negeri Lasara di Nias Utara
- 08 Agt 2026 10:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Nias Utara — Rencana pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di SD Negeri Lasara, Kabupaten Nias Utara, oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, disambut gembira masyarakat dan pihak sekolah. Kehadiran fasilitas sekolah yang lebih layak dinilai sangat penting untuk mendukung proses belajar mengajar, sekaligus memudahkan anak-anak di sekitar mendapatkan akses pendidikan.
SD Negeri Lasara berdiri pada 2023 atas keinginan masyarakat setempat yang membutuhkan sekolah dasar yang lebih dekat dengan permukiman. Sebelumnya, terdapat sekolah dasar lain, namun jaraknya cukup jauh sehingga menyulitkan anak-anak untuk bersekolah.
“Pertama dulu dilatarbelakangi karena banyak siswa di sekitar ini yang berminat untuk sekolah, tetapi sekolah yang ada di Desa Hiligawoni ini agak berjauhan. Jadi makanya timbul niat atau minat orang tua untuk memberikan ide kepada tokoh (masyarakat) supaya ada sekolah yang berdekatan di sini, sehingga anak-anak kita ini tidak terlantar,” kata Kepala SD Negeri Lasara Fitriani Hulu, Jumat 7 Agustus 2026.
Saat ini kondisi fasilitas SD Negeri Lasara masih sangat terbatas. Ruang kelas yang digunakan para murid belum berupa bangunan permanen, dengan jumlah siswa sebanyak 53 orang dari kelas 1 hingga kelas 4, sementara sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas.
Bahkan, siswa kelas 1 dan kelas 2 harus belajar dalam satu ruangan yang hanya dipisahkan menggunakan tirai.
“Kami seluruh warga SD Negeri Lasara dan saya pribadi kepala sekolah sangat senang dan bahagia atas kepedulian, atas perhatian Bapak Gubernur yang sangat luar biasa kepada kami di sekolah ini. Harapan kami semoga bantuan atau dukungan ini terus berkesinambungan,” kata Fitriani.
Rencana pembangunan tersebut juga mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Yarni Hulu, salah seorang warga sekaligus orang tua murid, menyampaikan keberadaan SD Negeri Lasara sangat membantu masyarakat karena sebelumnya anak-anak harus berjalan kaki dalam waktu cukup lama untuk mencapai sekolah lain.
“Kalau di jarak rumah dengan sekolah SD yang selain ini, ada dua jam perjalanan, jalan kaki,” kata Yarni.
Mayoritas masyarakat di sekitar sekolah merupakan keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Karena itu, sebagian anak harus berjalan kaki dari rumah menuju sekolah.
Hal serupa disampaikan orang tua siswa lainnya, Yarma Harefa. Ia memilih SD Negeri Lasara karena lokasinya dekat dengan rumah, sementara dirinya tidak memiliki sepeda motor untuk mengantar anak ke sekolah yang lebih jauh.
“Kalau kami memilih sekolah yang jauh, tentunya kami terbatas untuk mengantar. Kami juga tidak ada motor untuk mengantar anak-anak kami,” kata Yarma.
Yarma pun mengapresiasi rencana Gubernur Bobby Nasution membangun gedung sekolah tersebut. Ia berharap pembangunan fasilitas pendidikan itu dapat segera direalisasikan, sehingga para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.
“Kami berharap dari Bapak Gubernur dengan kedatangannya hari ini mudah-mudahan bisa membangun ruang belajar yang lebih nyaman, yang lebih baik daripada yang digunakan saat ini,” kata Yarma.
Senada dengan Yarma, Yarni Hulu kembali menyampaikan rasa terima kasihnya. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap SD Negeri Lasara sangat berarti bagi masyarakat karena sekolah tersebut berada dekat dengan permukiman warga.
Gubernur Bobby Nasution meninjau SD Negeri Lasara. Dalam kunjungan tersebut, Bobby melihat langsung kondisi ruang kelas dan fasilitas sekolah yang digunakan para siswa.
Bobby juga menyapa para siswa di ruang kelas. Kehadiran Gubernur disambut antusias para siswa yang tampak gembira dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....