7 Negara yang Punya Tradisi Menghormati Kucing, dari Mesir hingga Jepang

  • 29 Sep 2026 12:46 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kucing bukan sekadar hewan peliharaan bagi sebagian masyarakat di dunia. Di sejumlah negara, hewan berbulu ini memiliki posisi khusus dalam sejarah dan budaya, mulai dari simbol keberuntungan hingga bagian dari tradisi keagamaan dan kerajaan.

Hubungan istimewa manusia dengan kucing telah berlangsung selama berabad-abad. Dalam sejumlah kebudayaan, kucing dipercaya membawa keberuntungan, melindungi rumah dari hewan pengerat, bahkan dikaitkan dengan dunia spiritual.

Dikutip dari IDN Times, berikut tujuh negara dan wilayah budaya yang memiliki sejarah panjang dalam menghormati kucing.

1. Mesir

Mesir menjadi salah satu tempat paling terkenal dalam sejarah penghormatan terhadap kucing. Pada masa Mesir Kuno, kucing memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat dan kepercayaan keagamaan.

Kucing dikaitkan dengan Bastet, dewi yang berhubungan dengan perlindungan, rumah tangga, dan kesuburan. Hewan ini juga dikenal memiliki kemampuan mengendalikan hama seperti tikus dan ular.

Kucing bahkan dimakamkan dan dimumikan sebagai bagian dari praktik keagamaan pada masa itu. Gambaran kucing juga banyak ditemukan dalam berbagai peninggalan seni Mesir Kuno.

2. Jepang

Di Jepang, kucing lebih dikenal sebagai simbol keberuntungan dibandingkan sebagai hewan sakral.

Salah satu simbol yang paling populer adalah maneki-neko, patung kucing dengan satu kaki terangkat yang banyak ditemukan di toko, restoran, maupun rumah. Patung tersebut dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran, atau rezeki.

Tradisi menghormati kucing juga dapat ditemukan di Tashirojima, sebuah pulau yang dikenal memiliki populasi kucing yang cukup besar. Masyarakat setempat memiliki sejarah panjang memelihara dan merawat kucing, termasuk karena kaitannya dengan kehidupan nelayan.

3. Turki

Kucing memiliki tempat khusus dalam kehidupan masyarakat Turki, terutama di Istanbul. Kota tersebut bahkan dikenal memiliki banyak kucing jalanan yang hidup berdampingan dengan masyarakat.

Penduduk dan komunitas setempat kerap menyediakan makanan serta tempat berlindung bagi kucing. Tradisi tersebut tidak berarti kucing dianggap sebagai hewan suci secara agama, tetapi menunjukkan kuatnya penghormatan dan kasih sayang terhadap kucing dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam tradisi Islam, kucing juga dikenal sebagai hewan yang diperlakukan dengan baik dan dianggap memiliki kedudukan khusus dalam sejumlah masyarakat Muslim.

4. India

Di India, kucing muncul dalam sejumlah tradisi dan cerita rakyat Hindu. Salah satunya berkaitan dengan Dewi Shashthi yang dalam berbagai penggambaran tradisional dikaitkan dengan kucing.

Shashthi dikenal sebagai dewi yang berhubungan dengan kesuburan, ibu, dan perlindungan anak. Hubungan tersebut membuat kucing memiliki tempat tersendiri dalam sebagian tradisi masyarakat India.

Meski demikian, penghormatan terhadap kucing tidak berlaku seragam di seluruh India. Makna dan praktiknya dapat berbeda berdasarkan daerah serta tradisi masyarakat setempat.

5. Thailand

Thailand juga memiliki sejarah panjang dalam menghormati kucing, terutama kucing Siam yang dikenal sebagai salah satu ras kucing dari kawasan tersebut.

Pada masa lalu, kucing Siam dikaitkan dengan lingkungan kerajaan dan kalangan bangsawan. Kucing juga dipercaya membawa keberuntungan dan memiliki hubungan dengan kehidupan spiritual dalam sejumlah kepercayaan tradisional.

Sejumlah cerita lama bahkan menggambarkan kucing sebagai bagian dari tradisi pemakaman keluarga kerajaan. Namun, kisah tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tradisi dan cerita budaya yang berkembang pada masa lalu.

6. Negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim

Kucing memiliki posisi yang cukup istimewa dalam kehidupan masyarakat di banyak negara Muslim. Namun, penting untuk membedakannya dengan konsep hewan sakral.

Dalam ajaran Islam, kucing tidak diposisikan sebagai hewan yang disembah. Kucing justru dikenal sebagai hewan yang diperlakukan dengan baik dan memiliki kedudukan khusus dalam sejumlah tradisi masyarakat Muslim.

Karena sifatnya yang relatif bersih dan mudah dipelihara, kucing juga banyak ditemukan hidup berdampingan dengan manusia, termasuk di lingkungan rumah dan sejumlah kawasan publik.

7. Rusia

Di Rusia, kucing bukan bagian dari praktik keagamaan sebagai hewan sakral. Namun, hewan ini memiliki tempat penting dalam budaya dan kehidupan masyarakat.

Salah satu contoh paling menarik terdapat di Museum Hermitage di St. Petersburg. Museum tersebut memiliki sejarah panjang memelihara kucing untuk membantu mengendalikan populasi tikus yang dapat mengancam koleksi seni.

Tradisi tersebut telah berlangsung selama berabad-abad dan hingga kini kucing masih menjadi bagian dari kehidupan museum. Mereka bahkan memiliki peran tersendiri sebagai penjaga tidak resmi koleksi dari gangguan hewan pengerat.

Kisah tentang kucing di berbagai negara menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan hewan tidak selalu sebatas sebagai hewan peliharaan. Dalam perjalanan sejarah, kucing bisa menjadi simbol keberuntungan, pelindung rumah, bagian dari tradisi kerajaan, hingga memiliki peran praktis dalam menjaga lingkungan.

Meski tidak semua budaya menganggap kucing sebagai hewan sakral dalam pengertian agama, keberadaan mereka tetap memiliki makna khusus di berbagai belahan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....