Tari Saba Rahayat Padukan Budaya Sunda dan Sumatera Utara

  • 29 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, MEDAN – Keragaman budaya Indonesia menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni, termasuk seni tari. Hal ini diwujudkan melalui Rekacipta Tari Saba Rahayat, yang memadukan unsur gerak tari Sunda dengan tarian adat Sumatera Utara, khususnya Karo, Mandailing, Toba, dan Simalungun.

Tari Saba Rahayat mengangkat kisah perjalanan masyarakat Sunda yang merantau dan memiliki kerinduan terhadap kampung halaman. Kerinduan tersebut dituangkan melalui nilai-nilai kesundaan dalam bentuk gerak tari, musik, dan ekspresi seni yang berpadu dengan budaya lokal Sumatera Utara.

Dosen Praktisi Tari Sunda Tifan Muhammad Amirulloh, M.Pd Prodi Pendidikan Tari Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni , mengatakan, karya tari ini dikembangkan melalui proses kolaborasi yang melibatkan Sanggar Gentra Madya Parahyangan Medan dan Program Studi Bahasa dan Seni UNIMED.

" Kita kerjasama dengan Sanggar Gentra Madya Parahyangan Medan dan Pementasan Di Taman Budaya Medan ,Sabtu 10 Oktober 2026 dan dihadiri para sesepuh dan Warga Sunda di Kota Medan", ujarnya.

Sementara itu, Kang Kiki Koswara dari Sanggar Gentra Madya Parahyangan Medan menjelaskan, rekacipta Tari Saba Rahayat merupakan upaya melestarikan kesenian Sunda dengan menghadirkan unsur kelokalan Sumatera Utara yang kaya akan keberagaman adat dan budaya.

Menurutnya, karya ini juga menggambarkan karakter masyarakat Sunda sebagai pendatang yang mampu menyesuaikan diri dengan adat dan lingkungan setempat. Nilai keramahan serta sikap menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam proses penciptaan tarian tersebut.

Proses pengembangan Tari Saba Rahayat diawali dengan pendampingan dosen UNIMED, Kang Tifan bersama tim, melalui pelatihan kepada para penari. Pendampingan ini dilakukan untuk membangun kolaborasi sekaligus menghasilkan karya tari yang mampu merepresentasikan karakter masyarakat Sunda yang ramah dan menghormati keberagaman.

"Tari Saba Rahayat Padukan Budaya Sunda dan Sumatera Utara, Hadirkan Kisah Kerinduan di Tanah Rantau", ucap kang Kiki Koswara.

Dalam proses penciptaannya, Kang Tifan dari UNIMED memberikan sentuhan terhadap unsur musik agar dapat mewakili karakter gerak khas Sunda dan Sumatera Utara. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menghadirkan karya seni yang mencerminkan pertemuan dua kekayaan budaya.

Kang Kiki Koswara menegaskan, inti dari rekacipta Tari Saba Rahayat adalah kolaborasi antara seniman Sunda dan unsur seni budaya Sumatera Utara. Kolaborasi ini menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan mengembangkan kesenian secara bersama-sama.

Pementasan Tari Saba Rahayat dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober di Taman Budaya. Karya ini diharapkan dapat menjadi wadah pelestarian budaya Sunda sekaligus memperkuat apresiasi terhadap keberagaman seni tradisi di Sumatera Utara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....