Pelajar Asal Karo Angkat Batu Gantung dalam Cerpen

  • 31 Agt 2026 20:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Legenda Batu Gantung menjadi pilihan Claudya Angelica Br Surbakti untuk dikembangkan menjadi cerpen dengan pendekatan berbeda. Pelajar SMA N 1 Tiganderket, Kabupaten Karo, itu menjadi salah satu peserta kategori pelajar Festival Ngobrol Buku 2026.

Lokakarya Penulisan Cerpen: Menghidupkan Cerita Rakyat untuk Pembaca Modern berlangsung selama tiga hari di Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, Jumat–Minggu, 28–30 Agustus 2026. Claudya mengetahui kegiatan tersebut dari gurunya dan tertarik mengikuti lokakarya karena menawarkan kesempatan mempelajari cara menghidupkan kembali legenda melalui cerita dengan bahasa masa kini.

Menurut Claudya, banyak pengetahuan baru diperolehnya selama mengikuti kegiatan selama tiga hari. Wawasan tersebut juga ingin dibagikannya kepada komunitas yang diikuti di sekolah.

“Yang paling saya sukai di festival ini, saya mendapatkan banyak sekali wawasan dan informasi baru yang dapat saya ajarkan ke komunitas saya dan bagikan,” katanya.

Peserta kategori pelajar Festival Ngobrol Buku 2026, Claudya Angelica Br Surbakti, saat diwawancarai RRI pada Minggu, 30 Agustus 2026. (Foto: RRI/Mutiara)

Dalam cerpennya, Claudya memilih legenda Batu Gantung dan melakukan pengembangan terhadap tokoh maupun konfliknya. Ia tetap mengambil unsur yang berkaitan dengan cerita asal, tetapi menghadirkannya melalui konflik dan alasan yang berbeda.

Sebelum mengikuti festival, Claudya mengaku sudah memiliki pengalaman menulis, tetapi bukan dalam bentuk cerpen. Ia sebelumnya lebih banyak menulis resensi buku sehingga lokakarya tersebut memberinya pengalaman baru dalam mengembangkan karya fiksi.

Materi yang cukup padat dan sejumlah istilah baru sempat menjadi tantangan bagi Claudya selama lokakarya. Meski demikian, kesulitan tersebut justru memberinya tambahan pengetahuan mengenai penulisan cerita.

Setelah menyelesaikan lokakarya, Claudya berencana terus menulis cerpen sebagai ruang mengekspresikan pikiran dan dirinya. Ia juga memiliki keinginan suatu saat dapat melihat namanya tercantum dalam sebuah buku.

“Mau, sangat mau. Saya ingin mengekspresikan diri dan menuangkan isi pikiran saya di sebuah cerpen dan mengabadikan nama saya di sebuah buku,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....