Kejeruan Metar Bilad Deli XI, Gelar Tradisi Penganugerahan Darjah Bangsawan

  • 31 Agt 2026 13:22 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,Medan - Suasana penuh khidmat dan nuansa kebesaran adat Melayu mewarnai Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi Ke-16 Pernikahan Yang Teramat Mulia (YTAM) Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI, Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom., M.H., bergelar Al Mulk Akbar Shah, bersama Yang Amat Mulia (YAM) Cik Anita, S.E gelar Sri Ampuan Permaisuri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli. Acara yang digelar secara tertutup di Hotel Miyanna Medan, Sabtu (22/8/2026), tersebut turut menjadi momentum penganugerahan gelar kebangsawanan dan kurnia kehormatan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi, kecakapan serta jasa dalam menjaga eksistensi dan pelestarian nilai-nilai Melayu di Tanah Deli.

Penganugerahan gelar tersebut merupakan hak dan penilaian Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI terhadap pribadi-pribadi yang dianggap layak menerima amanah kebangsawanan. Adapun gelar yang dianugerahkan meliputi Datok Sri, Datok Perangkat, Datok Limpah Kurnia, Datok Timbalan dan Datin. Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang menerima anugerah tersebut. Dalam Amaran Diraja dan sambutannya, Tuanku Muhammad Fauzi menegaskan bahwa gelar kebangsawanan yang diberikan bukanlah sekadar simbol kebanggaan atau kehormatan untuk disandang. Menurutnya, setiap gelar merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijunjung tinggi sepanjang hayat. Para penerima gelar yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli diharapkan mampu menjaga adat, marwah serta nilai kehidupan berMelayu yang selaras dengan syariat Islam, sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata untuk kemaslahatan umat dan masyarakat.

Melayu adalah bangsa besar yang eksistensinya di dunia tidak perlu diragukan lagi. Tinggal bagaimana puak-puak Melayu mengarahkan langkahnya pada masa kini dan masa depan,” menjadi pesan yang mengemuka dalam penyampaian Raja. Tuanku juga mengajak seluruh keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli untuk terus berdoa dan bersama-sama menjaga konsistensi lembaga dalam menegakkan, menanamkan serta melestarikan nilai budaya dan adat istiadat Melayu. Pelaksanaan berbagai tradisi di lingkungan kerajaan, menurutnya, bukan semata seremoni, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Prosesi penganugerahan berlangsung dengan tata upacara adat yang sarat makna. Acara diawali dengan masuknya iringan Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI dan Permaisuri ke ruang yang didesain sebagai balairung. Iringan tersebut turut diikuti Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri dan Bentara Kanan, para prajurit serta dayang-dayang. Setelah Raja dan Permaisuri duduk di singgasana kebesaran, satu per satu kezuriatan, Datok Perangkat dan Datin memasuki balairung. Selanjutnya seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa oleh Datok Imam serta alu-aluan mengenai Kejeruan Metar Bilad Deli oleh Muhammad Mukhlis gelar Datok Setia Diraja KMBD.

Satu per satu penerima kemudian dipanggil ke hadapan singgasana untuk memjemput anugerah. Raja menyerahkan dan menyematkan perlengkapan kehormatan berupa selempang, keris dan pingat, sebelum dilanjutkan dengan pembacaan ikrar serta penandatanganan ikrar sebagai bentuk kesiapan menerima amanah. Keseluruhan prosesi adat dibuka dan ditutup oleh Penghulu Balai. Penganugerahan tersebut mencakup penerima gelar dari kategori Datok Sri, Limpah Kurnia, Datok Perangkat, Datok Timbalan hingga Datin, dengan masing-masing penerima memperoleh gelar kebangsawanan yang mencerminkan posisi, pengabdian dan kehormatan dalam lingkungan Kejeruan Metar Bilad Deli.Sejumlah tamu undangan turut menghadiri majelis dan menjadi saksi acara, di antaranya Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi IV Fajri Akbar, S.H., gelar Datok Daksa Satya Wangsa Diraja KMBD, Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos., M.SP., perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara, Jauhar Abdillah S Sos, serta perwakilan dari kedatukan-kedatukan dan berbagai organisasi masyarakat. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Kepanitiaan acara dipimpin Mulia Maulana, S.Si., M.Si gelar Datok Setia Khidmat Amaran Diraja KMBD dan setelah prosesi utama selesai, Raja dan Permaisuri meninggalkan balairung dengan pengawalan punggawa serta iringan dayang-dayang untuk selanjutnya mengikuti rangkaian silaturahmi, foto bersama dan Santap Diraja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....