Kreativitas Mahasiswa Etnomusikologi Padukan Musik Nusantara
- 30 Agt 2026 12:45 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Musik tradisional tidak selalu harus dimainkan dengan cara yang sama seperti bentuk aslinya. Di jurusan Etnomusikologi, mahasiswa juga mendapatkan ruang untuk menciptakan karya dengan memadukan berbagai alat musik tradisional dari sejumlah daerah, bahkan menggabungkannya dengan instrumen modern.
Mahasiswa Etnomusikologi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Julia Kristianty Rajaguguk menjelaskan, dalam proses perkuliahan terdapat tugas penciptaan yang memungkinkan mahasiswa menggabungkan berbagai alat musik dari latar budaya berbeda. Menurutnya, alat musik seperti taganing dari Toba dapat dipadukan dengan gamelan Bali dan talempong dari Minang untuk menciptakan sebuah komposisi musik baru.
“Yang penciptaan itu ibaratkan kayak kita mengkawinkan alat musik. Contoh, taganing kan dari Toba. Nah baru itu dicampur dengan gamelan Bali, terus dicampur dengan talempong,” ujar Julia.
Menurut Julia, proses penciptaan tersebut tidak hanya sebatas menggabungkan alat musik. Mahasiswa juga harus memikirkan bagaimana menghasilkan perpaduan bunyi yang sesuai, menyusun komposisi, hingga akhirnya karya tersebut dipentaskan.
Julia mengaku telah mencoba membuat satu karya dengan memadukan sejumlah alat musik tradisional dan modern.
“Pokoknya tetap ada alat musik modern kayak bass. Terus ada keyboard. Ada taganing, talempong. Satu lagi yang paling ini tuh ada sasando,” katanya.
Kreativitas tersebut menunjukkan pembelajaran Etnomusikologi tidak hanya berorientasi pada mempelajari dan melestarikan musik tradisional. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan baru dengan mempertemukan instrumen dari beragam budaya dalam sebuah karya musik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....