Sanggar Tari Melayu Hadapi Tantangan Regenerasi Penari

  • 28 Agt 2026 11:27 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan — Keberadaan sanggar tari Melayu saat ini menghadapi tantangan dalam menjaga regenerasi penari. Padatnya aktivitas anak-anak di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, hingga berbagai les membuat waktu untuk mengikuti latihan rutin di sanggar semakin terbatas.

Hal tersebut disampaikan Praktisi tari sekaligus akademisi, Hj. Dr. Dilinar Adlin, M.Pd., pada acara Obrolan Budaya Resam Melayu pada Jumat Malam di Pro 4 RRI Medan. Ia mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi keberlangsungan sanggar tari Melayu, khususnya di Kota Medan.

Menurutnya, dahulu anak-anak lebih banyak mengikuti latihan di sanggar secara rutin. Namun, saat ini sekolah telah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, sehingga sebagian anak tidak lagi memiliki banyak waktu untuk mengikuti latihan di luar sekolah.

"Sekarang ini anak-anak agak susah untuk mengikuti kegiatan di sanggar, khususnya di Medan. Salah satunya karena tuntutan dan aktivitas mereka yang semakin banyak," ujarnya.

Selain persoalan waktu, perkembangan kebutuhan pertunjukan juga mengubah pola aktivitas sebagian penari. Banyaknya acara, termasuk pertunjukan pernikahan, membuat sebagian penari lebih memilih bekerja secara freelance dibandingkan mengikuti pembinaan rutin di sanggar.

Kak Dili menilai kondisi tersebut membuat fungsi sanggar sebagai tempat pendidikan tari perlu terus diperkuat. Sanggar tidak hanya membutuhkan penari untuk memenuhi kebutuhan pertunjukan, tetapi juga peserta yang belajar dari dasar dan memahami seni Melayu secara utuh.

Meski demikian, ia melihat masih ada generasi muda yang tertarik mempelajari tari Melayu, terutama melalui mahasiswa dan alumni pendidikan seni.

Menurutnya, para alumni yang telah mendapatkan pembelajaran tari diharapkan dapat kembali meneruskan pengetahuan tersebut dengan mengajar, membuka sanggar, atau membina penari baru.

Upaya tersebut dinilai penting agar regenerasi seni tari Melayu tetap berjalan dan pengetahuan mengenai gerak, irama serta nilai budaya Melayu tidak terputus di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....