Galeri Budaya di Rest Area KM 99 Kenalkan Kekayaan Sumut

  • 15 Agt 2026 14:41 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Jakarta – Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99 Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Kutepat) menghadirkan ruang edukasi bagi pengguna jalan untuk mengenal keberagaman budaya Sumatera Utara. Galeri tersebut menjadi bagian dari inovasi PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) dalam mengintegrasikan unsur budaya dan kearifan lokal ke dalam pelayanan di rest area.

Konsep tersebut juga mengantarkan TIP KM 99 meraih Rekor MURI sebagai tempat istirahat dan pelayanan jalan tol pertama yang memiliki galeri budaya. Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengatakan Galeri Budaya hadir dari kekayaan budaya Sumatera Utara yang dinilai perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk pengguna jalan dari luar daerah.

“Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari situlah Galeri Budaya ini kami hadirkan,” ujarnya di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026.

Di dalam galeri, pengunjung dapat mengenal keberagaman suku dan budaya Sumatera Utara melalui Galeri Singgah Daya. Area tersebut dilengkapi panel infografis yang memuat informasi mengenai suku dan budaya, artefak, alat musik tradisional, serta rumah adat.

Galeri tersebut juga memiliki Main Exhibition yang menampilkan cerita rakyat dari Kabupaten Batu Bara. Kehadiran area ini memungkinkan pengunjung mengenal kisah serta nilai-nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, tersedia zona Media Interaktif yang menghadirkan sejumlah permainan edukatif. Pengunjung dapat berinteraksi melalui permainan seperti memanah dan Magnifier Finding Kamaruddin.

Dalam pengembangannya, Hamawas menggandeng komunitas, tokoh masyarakat, budayawan, hingga pegiat sosial di Sumatera Utara. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat unsur budaya sekaligus menjadikan galeri sebagai ruang interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Keberadaan Galeri Budaya juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hamawas berharap fasilitas tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal keberagaman budaya Sumatera Utara sekaligus menjaga kearifan lokal agar tetap relevan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....