Larangan Berjualan, Mengapa Pedagang Masih Bertahan?
- 30 Jul 2026 00:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Di berbagai ruang publik, pemandangan pedagang kaki lima yang berjualan di bawah spanduk bertuliskan "Dilarang Berjualan" masih kerap dijumpai. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut mungkin dianggap sebagai bentuk pelanggaran aturan. Namun, jika dilihat lebih dekat, ada cerita tentang perjuangan mencari nafkah yang menjadi alasan mereka tetap bertahan.
Setiap pagi dan sore, kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga dan bersantai juga menjadi tempat yang menjanjikan bagi para pedagang kecil. Keramaian pengunjung membawa harapan akan datangnya pembeli, sehingga lokasi tersebut dipilih untuk mengais rezeki.
Rina, salah seorang pedagang di sekitar tulisan "Dilarang Berjualan" mengaku tidak memiliki niat untuk mengabaikan aturan. Ia mengatakan, hingga kini belum ada tempat khusus yang dapat digunakan untuk berjualan.
"Kalau memang ada tempat yang layak dan ramai pembeli, kami tentu bersedia pindah. Kami hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga," ujarnya.
Baginya, berpindah ke lokasi yang sepi bukanlah pilihan yang mudah. Penghasilan yang diperoleh setiap hari menjadi penopang kebutuhan rumah tangga, sehingga keberadaan pembeli menjadi hal yang sangat menentukan.
Di sisi lain, masyarakat yang memanfaatkan ruang publik untuk berjalan santai maupun berolahraga berharap fasilitas umum dapat digunakan sesuai fungsinya. Trotoar yang dipenuhi lapak dagangan membuat sebagian pejalan kaki harus berbagi ruang, bahkan sesekali turun ke badan jalan.
"Kami memahami pedagang juga sedang mencari rezeki. Namun, akan lebih nyaman jika trotoar tetap digunakan untuk pejalan kaki, terutama bagi warga yang berolahraga pada pagi dan sore hari," kata salah seorang pengunjung.
Meski memiliki pandangan yang berbeda, baik pedagang maupun masyarakat sebenarnya menyampaikan harapan yang sama, yakni adanya solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak. Pedagang berharap tersedia lokasi yang layak untuk berjualan, sementara masyarakat ingin ruang publik tetap nyaman, aman, dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa di balik sebuah larangan, terdapat persoalan yang lebih kompleks. Bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang kebutuhan ekonomi, pemanfaatan ruang publik, dan harapan akan hadirnya penataan yang mampu memberikan manfaat bagi semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....