Budaya Gotong Royong untuk Mempertahankan Identitas Bangsa
- 30 Jul 2026 00:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat, budaya gotong royong masih menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia yang terus dipertahankan. Tradisi saling membantu tanpa mengharapkan imbalan ini dinilai sebagai warisan luhur yang memperkuat persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial antarsesama.
Di berbagai daerah, semangat gotong royong masih terlihat dalam kegiatan membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, membangun rumah ibadah, hingga membantu warga yang sedang menggelar hajatan atau tertimpa musibah. Kebiasaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat.
Najwa Kirana siswi SMK Negeri 9 Medan menilai gotong royong bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi perekat hubungan sosial.
"Di minang itu bergotong royong dengan cara seperti membangun rumah contohnya rumah gadang,rumah gadang itu dibangun dengan cara bergotong royong, mereka biasanya membantu warga disana membangun rumah untuk memasang tiang,menyusun kayu.Dan acara pernikahan itu juga bergotong royong seperti membuat rendang dan lain lain biasanya warga juga menyumbang seperti beras gula minyak dan lainnya mereka membantu suka rela saja makanya di suku minang itu sangat erat silaturahmi", ujarnya dalam acara Markobar Programa 4 RRI Medan pada Senin, 27 Juli 2026.
Hal senada juga disampaikan Dinda Nayla Nasution siswi yang berasal dari sekolah yang sama yaitu SMK Negeri 9 Medan . Menurutnya, budaya gotong royong juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga yang mulai berkurang akibat kesibukan masing-masing.
"Bagi kami di kampung batak Mandailing hari Minggu bukan sekadar hari libur dari rutinitas, melainkan kegiatan untuk mempererat kerja sama antar warga.Setiap Minggu pagi dari orang tua hingga anak-anak datang dan berkumpul di rumah kepala lingkungan dengan membawa alat untuk membersihkan lingkungan. Ada yg membersihkan jalanan, mencabuti rumput, sampai membersihkan parit/selokan yang berada di lingkungan setempat.
dengan gotong royong kita pererat tali silaturahmi dan di sela kegiatan dan obrolan hangat ditemani teh manis hangat yang sudah disediakan oleh ibu-ibu, warga setempat memastikan bahwa semangat gotong royong ini tetap hidup dan tak hilang ditelan zaman", ungkapnya.
Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga semangat gotong royong di tengah meningkatnya sikap individualistis. Meski demikian, nilai tersebut diyakini tetap relevan karena mampu membangun kepedulian sosial serta memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.
Pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat juga diharapkan terus menanamkan nilai gotong royong kepada generasi muda melalui kegiatan sosial, pendidikan karakter, maupun aktivitas kemasyarakatan. Langkah tersebut dinilai penting agar budaya yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia tidak luntur oleh perkembangan zaman.
Sebagai salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila, gotong royong bukan hanya menjadi kebiasaan masyarakat, tetapi juga mencerminkan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan, kebersamaan, dan rasa saling peduli. Dengan terus melestarikannya, masyarakat turut menjaga warisan budaya yang menjadi kekuatan bangsa sejak dahulu hingga masa kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....