Balai Seni Kesultanan Serdang Telusuri Kembali Jejak Tengkulok dan Tanjak

  • 20 Jul 2026 08:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Berbagai ragam tanjak dan tengkulok yang berkembang di Sumatera Timur diyakini merupakan bagian dari warisan budaya Melayu yang sempat mengalami kepunahan akibat revolusi sosial. Untuk menghidupkan kembali khazanah tersebut, Balai Seni Tanjak Tengkulok Kesultanan Serdang melakukan penelusuran sejak 2018.

Ketua Balai Seni Tanjak Tengkulok Kesultanan Serdang, Datok Abu Abdillah Fahmi, ST, mengatakan banyak bentuk tanjak dan tengkulok yang dahulu berkembang di Sumatera Timur kini sudah tidak lagi dikenal masyarakat.

"Kalau kita merujuk kepada Sumatera Timur, semuanya dahulu pernah wujud. Namun karena perubahan sosial, banyak yang pupus sehingga masyarakat tidak lagi mengetahui khazanah budayanya," ujarnya dalam program Resam Melayu RRI Pro 4 Medan.

Menurutnya, kondisi tersebut mendorong Balai Seni Tanjak Tengkulok Kesultanan Serdang melakukan penelusuran terhadap berbagai bentuk tanjak dan tengkulok yang pernah berkembang di wilayah Sumatera Timur. Penelusuran dilakukan dengan mempelajari hubungan sejarah antarkesultanan Melayu di Nusantara yang memiliki keterkaitan budaya dengan kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, upaya itu bukan bertujuan menciptakan bentuk baru, melainkan mengembalikan warisan budaya yang memang berasal dari Sumatera Timur agar kembali dikenal oleh masyarakat.

"Ini bukan dibalikkan, tetapi dipulangkan. Karena memang asalnya dari kita," katanya.

Fahmi mengibaratkan proses tersebut seperti mengembalikan barang titipan kepada pemiliknya. Menurutnya, nilai yang dijaga bukan terletak pada bendanya, melainkan amanah untuk merawat dan mewariskan budaya kepada generasi berikutnya.

Sejak berdiri pada 2018, Balai Seni Tanjak Tengkuluk Kesultanan Serdang terus melakukan pendokumentasian dan penelusuran berbagai bentuk tanjak serta tengkulok dari sejumlah wilayah bekas Sumatera Timur, seperti Deli, Serdang, Langkat, Asahan, Batu Bara hingga Panai.

Hingga kini, pihaknya telah berhasil mendokumentasikan hampir 60 jenis tanjak dan tengkulok. Sementara jika dihitung berdasarkan ragam nama dan bentuknya, jumlahnya telah mencapai ratusan, dengan keterkaitan budaya hingga berbagai wilayah Nusantara, seperti Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat.

Menurut Fahmi, penelusuran tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu agar masyarakat kembali mengenal kekayaan khazanah yang pernah berkembang di Sumatera Timur. Ia berharap dokumentasi dan kajian yang dilakukan dapat menjadi rujukan bagi generasi muda dalam memahami identitas budaya Melayu sekaligus menjaga keberlangsungannya di masa depan.

Program Resam Melayu RRI Pro 4 Medan menghadirkan berbagai pembahasan mengenai sejarah, adat istiadat, dan budaya Melayu bersama narasumber yang kompeten di bidangnya. Program ini disiarkan setiap Jumat pukul 20.15–21.30 WIB dan dipandu oleh Datok Yan Djuna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....