Perbedaan Tengkulok dan Tanjak yang Menyimpan Jejak Peradaban Melayu
- 20 Jul 2026 08:22 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Tengkulok dan tanjak sering dianggap sama oleh masyarakat. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari segi bentuk, aturan pemakaian, maupun nilai sejarah yang mencerminkan perjalanan panjang peradaban Melayu di Sumatera Timur.
Hal tersebut disampaikan Ketua Balai Seni Tanjak Tengkuluk Kesultanan Serdang, Datok Abu Abdillah Fahmi, ST, dalam program Resam Melayu RRI Pro 4 Medan bertajuk "Tengkulok atau Tanjak? Sejarah, Makna, dan Jejak Peradaban Melayu di Sumatera Utara".
Menurut Abu Abdillah Fahmi, tanjak memiliki aturan baku dalam pembuatannya. Tanjak wajib menggunakan kain berbentuk segi empat yang dilipat secara diagonal hingga membentuk segitiga. Dalam proses pembuatannya terdapat unsur tapak, bengkung, solekan, dan simpulan yang menjadi bagian penting dari struktur tanjak.
Berbeda dengan tanjak, tengkulok tidak harus menggunakan kain berbentuk segi empat dan tidak diwajibkan memiliki simpulan. Bahkan, kain panjang pun dapat digunakan sebagai bahan pembuatannya.
"Perbedaan yang paling jelas, tanjak hanya dipakai oleh lelaki, sedangkan tengkuluk boleh dipakai oleh lelaki maupun perempuan," jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan tengkulok perempuan masih dapat dijumpai dalam budaya Minangkabau di Sumatera Barat, masyarakat Jambi, hingga masyarakat Karo dan Simalungun.
Menurutnya, perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tanjak dan tengkulok memiliki fungsi serta kaidah yang berbeda dalam tradisi Melayu. Karena itu, masyarakat perlu memahami keduanya agar tidak keliru mengenali warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Program Resam Melayu RRI Pro 4 Medan menghadirkan berbagai pembahasan mengenai sejarah, adat istiadat, dan budaya Melayu bersama narasumber yang kompeten di bidangnya. Program ini disiarkan setiap Jumat pukul 20.15–21.30 WIB dan dipandu oleh Datok Yan Djuna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....