Tradisi Keluarga yang Masih Bertahan di tengah Perkembangan Zaman

  • 30 Jun 2026 21:59 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,Medan - Di tengah derasnya arus modernisasi dan kemajuan teknologi, berbagai tradisi keluarga masih tetap bertahan dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Meski pola hidup terus berubah, banyak keluarga yang berupaya menjaga kebiasaan turun-temurun sebagai warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Beragam tradisi yang masih dijalankan antara lain makan bersama, berkumpul setiap akhir pekan, saling mengunjungi saat hari besar keagamaan, hingga gotong royong ketika menggelar acara keluarga. Tradisi tersebut dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.

Sejumlah pendengar Programa 4 mengaku sengaja melibatkan anak-anak dalam setiap kegiatan keluarga agar mereka mengenal akar budaya dan tidak melupakan adat istiadat yang diwariskan oleh para orang tua. Di tengah kesibukan dan penggunaan gawai yang semakin tinggi, momen kebersamaan menjadi waktu yang sangat berharga untuk membangun komunikasi yang hangat di dalam keluarga.

" Di keluarga kami, tradisi makan bersama setiap malam masih terus dijaga. Meski anak- anak semua sibuk dengan pekerjaan, saya selalu mengajarkan anak - anak meluangkan waktu untuk berkumpul. Tradisi ini membuat hubungan keluarga tetap hangat dan komunikasi semakin baik", ujar Ratni warga Martubung pada acara Markobar Selasa, 30 Juni 2026.

Pendengar lainnya menilai tradisi keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, seperti rasa tanggung jawab, kepedulian, sopan santun, dan penghormatan kepada orang yang lebih tua. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.

'' Walaupun zaman sudah modern, orang tua saya tetap mengajarkan sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, dan berdoa bersama sebelum makan. Nilai-nilai seperti ini tidak boleh hilang karena menjadi bagian dari pembentukan karakter, setiap akhir pekan kami gotong royong di rumah , makan bersama di meja makan setiap siang", ucap Billy Saputra Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe kepada RRI.CO.ID pada Selasa, 30 Juni 2026.

Meski zaman terus berkembang, mempertahankan tradisi keluarga bukan berarti menolak perubahan. Sebaliknya, tradisi dapat berjalan berdampingan dengan kemajuan teknologi selama nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya tetap dijaga. Dengan demikian, tradisi keluarga akan terus hidup dan menjadi identitas yang mempererat hubungan antargenerasi serta memperkokoh kehidupan bermasyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....