Rico Waas Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya Melayu di Era Modern

  • 28 Jun 2026 18:20 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, resmi membuka Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke-9 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu, 27 Juni 2026. Perhelatan budaya tahunan yang berlangsung hingga 30 Juni tersebut digelar sebagai upaya melestarikan kebudayaan Melayu sekaligus memberikan ruang bagi para seniman dan generasi muda untuk menampilkan kreativitasnya.

Rico menegaskan Gemes bukan sekadar festival atau pertunjukan seni, melainkan menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Medan dalam menjaga warisan budaya Melayu yang menjadi identitas dan kebanggaan Kota Medan.

"Kebudayaan ini tentu menjadi berkah untuk kota ini, Kota Nan Bertuah ini, Kota Medan," katanya.

Rico menyoroti tantangan pelestarian budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Menurutnya, kemajuan teknologi dan penggunaan gadget tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budayanya.

"Yang kita takutkan adalah bagaimana kebudayaan kita. Apakah kebudayaan akan bisa mengikuti perkembangan zaman? Apakah kebudayaan akan bisa terus hidup di antara kita semua, di mana kita selalu hidup pada saat ini dengan gadget, dengan teknologi, dengan kecanggihan," ujarnya.

Meski demikian, Rico meyakini budaya Melayu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Medan sejak lahir. Dendang Melayu, lagu-lagu daerah, hingga tarian tradisional telah tumbuh dan hidup berdampingan dengan masyarakat, sehingga harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, melalui penyelenggaraan Gemes, Pemko Medan ingin terus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan kebudayaan Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Medan akan terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan para pemangku adat, Kesultanan Deli, seniman, serta budayawan untuk merawat dan mengembangkan kebudayaan Melayu di Kota Medan.

Lebih lanjut, Rico berharap kebudayaan dapat menjadi kekuatan bangsa sekaligus bagian dari soft diplomacy Indonesia. Menurutnya, budaya Melayu memiliki nilai-nilai luhur seperti adat istiadat, kesantunan, dan nilai keagamaan yang menjadi kekayaan bangsa, serta tidak dimiliki banyak negara.

"Kebudayaan ini bisa menjadi kekuatan kita semuanya, bagian dari soft diplomacy kita, memperkuat bangsa kita melalui kebudayaan. Tidak banyak negara-negara di luar memiliki kebudayaan seperti kita," ucapnya.

Gelar Melayu Serumpun ke-9 tahun 2026 diikuti delegasi seni dan budaya dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filiphina, Korea Selatan dan Thailand. Ajang tahunan ini digelar sebagai bagian dari upaya mempererat persaudaraan masyarakat rumpun Melayu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....