Chef Zu Azwar Angkat Kuliner Melayu ke Panggung Nasional

  • 25 Jun 2026 18:43 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Di balik keberhasilannya menembus Top 8 Master Chef Indonesia Season 12, Chef Zu Azwar menyimpan kisah perjuangan panjang yang penuh tantangan, kegagalan, sekaligus komitmen untuk memperkenalkan kuliner Melayu kepada masyarakat luas.

Dalam program Resam Melayu: Obrolan Aspirasi Budaya Melayu di RRI Pro 4 Medan yang dipandu Datok Yan Djuna, Chef Zu Azwar mengisahkan bahwa dirinya sempat gagal saat mencoba mengikuti seleksi Master Chef Indonesia beberapa tahun lalu. Namun pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuan memasaknya.

"Saya pernah gagal. Tapi saya percaya kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Justru dari situ saya belajar lebih banyak," ujarnya.

Berbekal pengalaman di dunia kuliner serta semangat untuk terus berkembang, Chef Zu Azwar kembali mengikuti proses seleksi yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melewati berbagai tahapan yang ketat, ia berhasil masuk galeri Master Chef Indonesia Season 12 dan bertahan hingga posisi delapan besar.

Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan memasak, tetapi juga mental, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi di tengah tekanan yang tinggi.

Chef Zu Azwar mengaku salah satu tantangan terberat selama mengikuti kompetisi adalah menjaga konsistensi di tengah persaingan yang sangat ketat. Namun ia memilih tetap fokus pada tujuan dan identitas yang ingin dibawanya.

"Saya membawa budaya Melayu sebagai kekuatan saya. Itu yang membuat saya berbeda dan tetap percaya diri," katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai hidangan khas Melayu yang ditampilkan selama kompetisi. Salah satu yang paling berkesan adalah Bubur Pedas Melayu yang berhasil menarik perhatian para juri Master Chef Indonesia.

Menurutnya, Bubur Pedas bukan sekadar makanan tradisional, melainkan warisan budaya yang sarat makna. Hidangan tersebut terdiri dari beragam rempah dan sayuran yang mencerminkan kekayaan alam serta tradisi masyarakat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.

"Saya ingin menunjukkan bahwa kuliner Melayu punya cerita yang kuat. Setiap hidangan memiliki sejarah dan filosofi yang patut diketahui masyarakat," ujarnya.

Penampilan Bubur Pedas Melayu di ajang Master Chef Indonesia mendapat respons positif dari para juri maupun penonton. Bahkan setelah tayangan tersebut disiarkan, banyak masyarakat Melayu dari berbagai daerah hingga negara tetangga yang menghubunginya dan menyampaikan rasa bangga karena salah satu makanan tradisional Melayu dapat tampil di televisi nasional.

"Responsnya luar biasa. Banyak yang menghubungi saya dan merasa bangga karena makanan khas Melayu bisa dikenal masyarakat luas melalui Master Chef Indonesia," katanya.

Setelah tampil di televisi nasional, kehidupan Chef Zu Azwar pun berubah cukup signifikan. Namanya mulai dikenal masyarakat dan berbagai kesempatan baru berdatangan. Meski demikian, ia tetap berusaha memegang nilai-nilai yang diajarkan keluarga dan budaya Melayu.

"Semakin berisi semakin merunduk. Itu prinsip yang selalu saya pegang," ujarnya.

Chef Zu Azwar berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menggali dan mempromosikan kuliner Melayu agar tidak tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, kuliner dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan identitas budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kuliner adalah salah satu cara memperkenalkan identitas budaya kepada dunia. Kalau bukan kita yang memperkenalkannya, siapa lagi," katanya.

Kisah Chef Zu Azwar menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang, kerja keras, serta keberanian untuk bangkit setelah mengalami kegagalan. Di saat yang sama, perjalanannya menunjukkan bahwa kuliner tradisional Melayu mampu bersaing di panggung nasional sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....