Tradisi Sawer Pengantin Masih Dilestarikan dalam Ritual Adat Sunda di Perantauan

  • 25 Mei 2026 11:21 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,Medan- Tradisi sawer pengantin masih menjadi bagian penting dalam prosesi pernikahan adat Sunda. Ritual yang sarat makna ini biasanya dilakukan setelah akad nikah sebagai bentuk doa dan nasihat bagi kedua mempelai dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ritual adat Sunda ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Sunda meskipin berada di perantauan.

Dalam prosesi sawer, pasangan pengantin duduk berdampingan sambil mendengarkan petuah yang disampaikan oleh juru sawer atau orang tua. Setelah itu, berbagai benda seperti beras kuning, uang logam, permen, hingga kunyit ditaburkan ke arah pengantin dan para tamu yang hadir.

"Saya merupakan perantau yang berasal dari Bandung ,sejak tahun 2011 , dari kecil sekitar usia 4 Tahunan ,sudah menggemari lagu lagu tradisional Sunda ,Gamelan ,Calung dari orang tua yang juga mengkoleksi kaset pita ,keberminatan saya pada budaya leluhur dengan seringnya menghadiri upacara adat Sunda terutama Acara acara pernikahan kota Bandung, dari situlah saya memahami proses adat Sunda terutama prosesi menyambut pengantin sunda", ujar Kiki Koswara pemnadu adat acara Sunda di Medan pada Senin , 25 Mei 2026.

Sawer Sunda merupakan tembang Sunda yang berisi petuah orang tua yang dinyanyikan oleh pemandu adat.Setelah selesai orang tua akan melempar uang receh yang dicampur permen,beras ,kunyit dan bunga yang memiliki makna mendalam.Sawer ini di iringi Tembaga Sunda (Kecapi Suling ) biasa ya lagu Ayun ambung ,Nimang ,Pupunden ati dan diinyanyikan oleh Sinden / Juru kawih yang menguasai teknik lagu Sunda yang benar. Selama 18 tahun menggeluti profesi sebagai pemandu upacara adat Sunda khususnya pernikahan,Kang kiki sapaannya mengatakan masih terus belajar dan menggali tentang tradisi Adat Sunda .

" Saya selama di Bandung konsultasi ke Praktisi Adat Sunda di sana seperti Ceu Miming Suwandi,Teh Iis Pitaloka dan di Medan kang Ade Herdiyat,S.Sn.M.Sn

tentang prosesi adat Sunda Sawer Panganten ", ujarnya.

Isi dari sawer pengantin diawali dengan tembang yakni Rajah ,Kidung , Kunosari Rajamatri dan lain- lain.Teknik Vocal Tembang dalam adat Sunda dikenal dengan Dongkari .

Prosesi Adat Sawer Panganten Sunda biasanya dilaksanakan setelah Akad Nikah di rumah /kediaman Mempelai Wanita. Dalam bahasa Sunda, sawer (atau nyawer) secara harfiah berarti menaburkan atau menyebarkan sesuatu. Istilah ini berasal dari kata awer ( jatuh memercik seperti air hujan). Tradisi ini umumnya berupa pembacaan syair berisi petuah hidup yang diiringi dengan menaburkan beras, kunyit, dan uang.

Dalam bahasa Sunda, sawer (atau nyawer) secara harfiah berarti menaburkan atau menyebarkan sesuatu. Istilah ini berasal dari kata awer (jatuh memercik seperti air hujan). Tradisi ini umumnya berupa pembacaan syair berisi petuah hidup yang diiringi dengan menaburkan beras, kunyit, dan uang.

(Sumber : Wikipedia).

Tradisi ini biasanya menjadi salah satu momen yang paling ditunggu dan meriah, karena para tamu atau kerabat yang hadir dipersilakan untuk berebut mengambil taburan uang dan barang yang disebarkan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....