Kunjungi Masjid Dongsi Beijing, Delegasi Bahas Perkembangan Budaya Islam di China
- 16 Mei 2026 14:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Beijing - Delegasi Islam dari wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan menggelar dialog dan pertukaran pandangan dengan pihak Masjid Dongsi, Beijing, pada hari kelima kunjungan mereka di China, Jumat 15 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung di kompleks Masjid Dongsi itu membahas berbagai isu, mulai dari pengelolaan urusan keagamaan, perkembangan komunitas Muslim, pendidikan agama, hingga pertukaran masyarakat antara China dan Indonesia.
Kepala Kantor Urusan Etnis dan Agama Distrik Dongcheng Beijing, Guan Bo, memperkenalkan kondisi keberagaman etnis dan agama di Distrik Dongcheng. Ia menjelaskan Beijing sebagai ibu kota China selama ini menaruh perhatian terhadap persatuan antaretnis, keharmonisan antarumat beragama serta pelestarian budaya dan sejarah.
"Distrik Dongcheng memiliki banyak situs budaya dan tempat ibadah bersejarah, termasuk Masjid Dongsi," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah setempat terus mendorong perlindungan bangunan keagamaan, pelayanan masyarakat serta pelestarian budaya. Sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan sesuai hukum, guna menjaga keharmonisan antar kelompok masyarakat.
Dalam sesi dialog, delegasi Indonesia turut memperkenalkan perkembangan kehidupan Muslim dan pendidikan Islam di Indonesia.
Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, mengatakan delegasi yang berkunjung ke China terdiri dari kalangan akademisi, organisasi Islam dan tokoh agama yang ingin melihat langsung perkembangan komunitas Muslim dan pengelolaan urusan keagamaan di China.
Ia mengaku selama kunjungan di Xinjiang dan Beijing, rombongan melihat langsung kehidupan masyarakat Muslim, pengelolaan masjid serta perkembangan komunitas setempat. Menurutnya, China menunjukkan kemajuan dalam pembangunan kota, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian tempat ibadah.
Maratua mengatakan ulama tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pendidikan agama, tetapi juga berperan memberi masukan kepada pemerintah dan menjaga perkembangan masyarakat. Ia berharap hubungan dan pertukaran antara kedua pihak dapat terus diperkuat di masa mendatang.
Ia menambahkan Indonesia merupakan negara multireligius yang masyarakatnya hidup berdampingan sejak lama. Karena itu, hubungan antarmasyarakat Muslim Indonesia dan China dinilai penting untuk terus diperluas, termasuk di bidang pendidikan.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas pertukaran budaya keagamaan, pendidikan generasi muda, pengelolaan masjid hingga peluang kerja sama kunjungan di masa depan. Salah satu topik yang turut dibahas ialah perbedaan mekanisme pendidikan dan penugasan imam di China dan Indonesia.
Pihak China menjelaskan sebagian imam masjid di China harus melalui pendidikan agama dan proses sertifikasi tertentu sebelum diangkat secara tetap oleh masjid. Termasuk mendapat jaminan kebutuhan hidup sehari-hari.
Sementara delegasi Indonesia memperkenalkan sistem pendidikan imam dan pelayanan keagamaan berbasis komunitas yang berkembang di Indonesia. Kedua pihak juga saling bertukar pandangan mengenai pengembangan komunitas Muslim dan pembinaan sumber daya manusia di bidang keagamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....