Kunjungi Museum Xinjiang, Delegasi Islam Dalami Peradaban Jalur Sutra
- 13 Mei 2026 20:07 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Xinjiang - Delegasi Islam dari wilayah kerja Konsulat Jenderal China di Medan mengunjungi Museum Daerah Otonom Uyghur Xinjiang di Urumqi, Selasa 12 Mei 2026. Kunjungan ini untuk mendalami sejarah budaya Xinjiang, dan perkembangan Jalur Sutra kuno.
Museum Daerah Otonom Uyghur Xinjiang merupakan salah satu museum nasional tingkat pertama di China, dan menjadi pusat penting pelestarian sejarah serta budaya Xinjiang. Museum itu menyimpan berbagai koleksi khas kawasan, mulai dari kain sutra Dinasti Han dan Tang, dokumen kuno, mumi kuno, hingga artefak seni keagamaan.
Salah satu koleksi paling terkenal adalah pelindung lengan tenun Dinasti Han bertuliskan “五星出东方利中国” yang ditemukan di situs Niya. Artefak tersebut disebut mencerminkan hubungan historis Xinjiang dengan peradaban Tiongkok sejak masa kuno.
Pemandu museum menjelaskan, Xinjiang sejak dahulu merupakan jalur penting Jalur Sutra yang menghubungkan Asia Tengah, Asia Barat dan wilayah pedalaman China. Posisi geografis itu membuat berbagai etnis, agama dan budaya berinteraksi dalam waktu panjang hingga membentuk peradaban oasis dan masyarakat multikultural khas Xinjiang.
Selama kunjungan, delegasi juga melihat berbagai peninggalan dari masa prasejarah, zaman perunggu hingga Dinasti Han dan Tang. Sejumlah koleksi seperti mumi “Loulan Beauty” berusia sekitar 3.800 tahun, kain sutra kuno, peralatan kayu berwarna dan benda kehidupan sehari-hari menarik perhatian rombongan.
Pemandu turut menjelaskan permukiman awal di Xinjiang berkembang di sekitar sungai, padang rumput dan oasis, lalu membentuk pola kehidupan yang memadukan pertanian, peternakan nomaden dan perdagangan.
Selain itu, museum juga menampilkan proses masuknya agama Buddha ke China melalui Xinjiang, serta perkembangan sejarah Islam di wilayah tersebut. Berbagai artefak seni Buddha kuno, budaya pemakaman, kerajinan sutra dan aktivitas perdagangan kuno memperlihatkan sejarah panjang kehidupan multietnis dan multiagama di Xinjiang.
Pemandu juga menjelaskan pemerintahan pusat China pada berbagai periode sejarah terus memberi perhatian terhadap pengelolaan dan pertukaran di wilayah barat China. Sehingga Xinjiang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan dan hubungan antarwilayah di China.
Ketua MUI Medan, Hasan Matsum mengatakan kunjungan tersebut membantu delegasi mengenal lebih jauh sejarah budaya Xinjiang dan kehidupan masyarakat Muslim setempat.
“Melalui kunjungan langsung ini, kami dapat melihat kehidupan masyarakat multietnis di Xinjiang, dan merasakan suasana sosial masyarakat yang berkembang dengan baik,” ujarnya.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Dewan Pertimbangan MUI Medan Muhammad Jamil mengatakan, rombongan juga mendapat penjelasan mengenai perkembangan sejarah Islam di Xinjiang. Termasuk proses penyebaran Islam yang mulai berkembang sekitar abad ke-10.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Nurhayati, menyampaikan apresiasi kepada KJRI China di Medan atas undangan dan penyelenggaraan program pertukaran tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum INTI dr. Indra Wahidin yang memberi kesempatan kepada delegasi untuk mengunjungi situs sejarah dan museum di Xinjiang.
“Kunjungan ini memberikan banyak informasi berharga dan memperdalam pemahaman kami mengenai sejarah budaya Xinjiang dan peradaban Jalur Sutra,” katanya.
Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Muhammad Qorib, menilai pertukaran langsung dan kunjungan lapangan dapat memperkuat hubungan serta saling pengertian antara komunitas Muslim Indonesia dan China.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....