Tradisi Kompor Minyak dan Kayu Bakar Bertahan di Pedesaan
- 28 Apr 2026 08:20 WIB
- Medan
RRI.CO.ID,Medan - Penggunaan kompor minyak tanah dan kayu bakar masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari sejumlah masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Meski teknologi memasak modern seperti kompor gas dan listrik semakin meluas, banyak warga mengaku tetap mempertahankan cara tradisional ini karena alasan ekonomi, ketersediaan bahan bakar hingga nilai budaya.
Menurut pendapat sejumlah pendengar Programa 4 kompor minyak tanah atau penggunaan kayu bakar dinilai praktis dan lebih aman digunakan dalam kondisi tertentu. Ia menambahkan kompor minyak juga lebih familiar bagi generasi yang sudah lama menggunakannya.
“Kalau gas habis atau sulit didapat, kompor minyak masih bisa diandalkan dan di rumah saya sendiri masih menggunakan kayu bakar seperti memasak nasi apalagi kalau ada acara keluarga ,acara adat, ,” ujar Laini yang berasal dari Padang Lawas Sumatera Utara dalam acara Markobar pada Selasa, 28 April 2026 .
Sementara, penggunaan kayu bakar tidak hanya dipandang sebagai alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi yang sulit ditinggalkan. Banyak masyarakat percaya memasak dengan kayu bakar menghasilkan rasa yang lebih autentik, terutama untuk masakan khas daerah. “Kalau pakai kayu bakar, rasanya lebih enak dan aromanya khas lebih wangi,” kata Irene, warga Desa Sianggunan kecamatan Sosopan Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara.
Faktor ketersediaan juga menjadi alasan utama. Di beberapa wilayah, kayu bakar masih mudah ditemukan di sekitar lingkungan, sehingga dianggap lebih hemat dibandingkan membeli gas. Hal ini membuat masyarakat tetap bergantung pada sumber energi alami tersebut.
Masyarakat juga menyadari adanya tantangan dari penggunaan kompor tradisional ini. Asap dari kayu bakar sering dikeluhkan dapat mengganggu kesehatan jika dapur tidak memiliki ventilasi yang baik. Selain itu, semakin sulitnya mendapatkan minyak tanah di beberapa daerah juga menjadi kendala tersendiri.
Meski demikian, sebagian masyarakat berharap tradisi ini tetap dilestarikan. Mereka menilai bahwa penggunaan kompor minyak dan kayu bakar bukan hanya soal kebutuhan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang mencerminkan cara hidup sederhana dan kebersamaan dalam keluarga.
Dengan berbagai pandangan tersebut, terlihat bahwa di tengah perubahan zaman, tradisi penggunaan kompor minyak dan kayu bakar masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....