Tari Serampang XII Tak Akan Hilang di Bumi
- 26 Apr 2026 10:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Program Resam Melayu Pro 4 RRI Medan kembali menghadirkan perbincangan budaya yang menarik dengan tema “Tari Serampang XII Tak Akan Hilang di Bumi”, pada Jumat Malam, 24 April 2026 pukul 20.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB. Acara ini dipandu Datok Yan Djuna dan menghadirkan narasumber pegiat budaya Melayu, Rita Agustina, S.E., cucu langsung maestro tari Melayu Guru Sauti.
Dalam dialog tersebut, Rita Agustina menegaskan bahwa Tari Serampang XII merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Serampang XII adalah puncak karya cipta Guru Sauti. Gerakannya membutuhkan kelincahan, energi, dan punya makna yang mendalam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, angka dua belas pada nama Serampang XII merujuk pada ragam gerakan tari yang masing-masing memiliki arti tersendiri. Secara garis besar, tarian itu menceritakan kisah pertemuan muda-mudi hingga perjalanan cinta dalam budaya Melayu.
Menurut Rita, pada masa awal penciptaannya, Tari Serampang XII bahkan diperagakan oleh penari laki-laki berpasangan dengan laki-laki karena kondisi sosial saat itu yang masih menganggap tabu perempuan tampil menari di ruang publik.
“Dulu perempuan masih tabu menari. Karena itu, Guru Sauti memperagakan gerakan tari ini bersama sahabatnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa karya Guru Sauti pernah berjaya hingga tingkat internasional pada era Presiden Soekarno. Bahkan, Guru Sauti kerap diundang tampil dalam acara kenegaraan dan mengajar tari di Istana Negara.
“Beliau menjadi utusan kebudayaan Indonesia. Pernah juga mengajar Ibu Fatmawati Soekarno dan tokoh-tokoh penting lainnya,” katanya.
Selain membahas sejarah tari, Rita berharap rumah peninggalan Guru Sauti di Perbaungan dapat dijadikan cagar budaya agar generasi muda mengenal jejak sejarah seni tari Melayu Sumatera Utara.
“Kami berharap rumah itu bisa dijadikan cagar budaya, supaya pelaku seni dan masyarakat bisa melihat langsung sejarah perjuangan beliau,” tuturnya.
Sementara itu, Datok Yan Djuna menyebut Tari Serampang XII sebagai aset budaya Sumatera Utara yang telah melegenda dan dikenal hingga mancanegara.
Program Resam Melayu hadir sebagai ruang diskusi budaya yang bertujuan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap tradisi Melayu serta melestarikan warisan budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....