Lagu Rere Ma Na Rere, Simbol Perpisahan dan Kasih Sayang Orang Tua
- 24 Apr 2026 14:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Lagu daerah Rere Ma Na Rere dikenal sebagai salah satu lagu tradisional yang sarat makna dari wilayah Tapanuli Selatan. Lagu ini menggambarkan suasana haru seorang anak perempuan yang harus meninggalkan rumah orang tuanya untuk memasuki kehidupan baru setelah menikah.
Beberapa penggalan lirik lagu ini berbunyi, “Kehe ma au nakehe, salamat tinggal ma dihamu” yang berarti “Pergilah aku akan pergi, selamat tinggal untuk kalian.” Penggalan tersebut menunjukkan rasa sedih saat harus berpisah dengan keluarga tercinta.
Pada bait lain terdapat kalimat, “Sian menek lopus mangodang, dohot damang dainang au boru enjengan” yang bermakna “Sejak kecil hingga dewasa, aku dibesarkan dan dimanjakan ayah serta ibu.” Lirik ini menjadi ungkapan terima kasih seorang anak kepada orang tua yang telah merawatnya sejak kecil.
Selanjutnya, lirik “Sanari au giot kehe langka matobang, namanopoti jodoh na sian Tuhan” memiliki arti “Kini aku hendak melangkah dewasa, menghampiri jodoh yang datang dari Tuhan.” Bagian ini menggambarkan kesiapan sang anak memasuki kehidupan rumah tangga.
Sementara pada bagian akhir, terdapat ungkapan “Totop doi baya au malungun, taringot holong ni ama ina” yang berarti “Aku akan tetap rindu, mengingat kasih sayang ayah dan ibu.” Kalimat ini menegaskan bahwa cinta kepada orang tua tidak akan hilang meski telah berpisah tempat tinggal.
Di masyarakat Tapanuli Selatan, lagu Rere Ma Na Rere biasanya dinyanyikan pada acara adat pernikahan, terutama saat prosesi pelepasan pengantin perempuan dari rumah keluarga menuju kehidupan baru bersama suaminya. Lagu ini menjadi pengiring suasana haru ketika keluarga memberikan restu kepada anak yang akan berumah tangga.
Selain pada pesta pernikahan, lagu tersebut juga kerap dibawakan dalam acara budaya, pertunjukan seni daerah, hingga pertemuan keluarga besar sebagai bentuk pelestarian tradisi dan pengingat nilai kekeluargaan.
Nuansa lagu yang lembut dan penuh emosi membuat banyak pendengar tersentuh, terutama para orang tua maupun perantau yang merindukan kampung halaman. Hingga kini, Rere Ma Na Rere tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Tapanuli Selatan.
Berikut penggalan lirik lagu Rere Ma Na Rere:
Rere au baya narere silalat kian disigumoru
Kehe ma au nakehe salamat tinggal ma dihamu
Tinggal ma baya bilik podoman
Sangape pancur paridian
Ilu ni mata na marsaburan
Nagiot mangayupkon habujingan
Sian menek lopus mangodang
Dohot damang dainang au boru enjengan
Sanari au giot kehe langka matobang
Namanopoti jodoh na sian Tuhan
Salamat tinggal ma damang dainang
Sangape dongan nadua tolu
Moofkan hamu sagalo kasalahan
Anso borkat umur mangolu
Bulung ait na dungdung
Na madungdung tu bonana
Totop doi baya au malungun
Taringot holong ni ama ina.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....