Festival Lancang Samudera Angkat Tradisi Melayu Pesisir dan Potensi Ekonomi
- 12 Apr 2026 23:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Festival Lancang Samudera, sebuah perhelatan seni dan budaya yang berfokus pada pelestarian tradisi masyarakat Melayu pesisir, sukses digelar selama dua hari pada 11–12 April 2026 di Balai Ujung Tanjung, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.
Festival ini bertujuan mengingatkan kembali kekayaan tradisi Melayu yang telah lama hidup dan berkembang di Kota Tanjungbalai, khususnya budaya masyarakat pesisir Asahan.
Sejumlah kegiatan khas turut ditampilkan, di antaranya ritual penaburan bibit ikan dan ritual tabur jala yang sarat makna kearifan lokal.
Ketua panitia pelaksana, Rifki Arnol, mengatakan bahwa Festival Lancang Samudera tidak hanya mengangkat aspek budaya, tetapi juga mendorong nilai ekonomi masyarakat melalui kehadiran bazar UMKM dan pasar terapung.
“Melalui kegiatan ini, kita mencoba mengangkat potensi ekonomi Kota Tanjungbalai. Kita memiliki aliran Sungai Asahan yang mengelilingi kota, dan ini harus dimanfaatkan, termasuk Balai Ujung Tanjung yang berpotensi menjadi destinasi wisata budaya Melayu pesisir,” ujarnya. Minggu, 12 April 2026.
Menurut Rifki, antusiasme masyarakat selama dua hari pelaksanaan festival cukup tinggi, baik dari warga lokal maupun luar daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan serupa memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
“Saya melihat kegiatan ini sangat potensial untuk dijadikan agenda rutin, bahkan bisa dikembangkan menjadi kegiatan harian dengan berbagai penampilan adat dan budaya. Pengunjung juga dapat menikmati pasar terapung, berbelanja, hingga berkeliling Sungai Asahan menggunakan sampan nelayan,” ucapnya.
Selain sebagai ajang hiburan dan promosi budaya, festival ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat pesisir terhadap hasil laut. Pada Sabtu, 11 April 2026, digelar ritual tabur jala dan penebaran seribu bibit ikan sebagai simbol harapan agar hasil tangkapan nelayan semakin melimpah.
Rifki juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap Festival Lancang Samudera ke depan dapat digelar lebih besar dan melibatkan lebih banyak generasi muda.
“Saya berharap pemuda-pemudi bisa ikut serta dalam mengangkat dan mengenalkan budaya Melayu ke masyarakat luas. Saya juga siap mendukung dan berbagi pengetahuan bagi generasi muda yang ingin terlibat dalam kegiatan kebudayaan,” ujarnya.
Festival Lancang Samudera diharapkan menjadi salah satu ikon budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat identitas Tanjungbalai sebagai kota budaya Melayu pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....