Warga Sumut Menjadikan Perbedaan Keyakinan Sebagai Fondasi Kedamaian Daerah
- 07 Apr 2026 12:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Fenomena keberagaman di Sumut bukanlah hal baru, melainkan warisan leluhur yang harus terus dijaga bersama. Hal ini disampaikan Dadang Darmawan Pasaribu, S.Sos., M.Si (Ketua DPD Gerakan Pembumian Pancasila Sumatera Utara) dalam acara Dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 RRI Medan FM 94,3 MHz, Selasa ( 7/4/2026 ) pagi.
Labih lanjut Dadang menyampaikan bahwa masyarakat harus memahami bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Konflik sering kali muncul bukan karena adanya perbedaan itu sendiri, melainkan karena kurangnya ruang dialog dan pemahaman antar kelompok. Oleh karena itu, kita semua perlu mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai dalam setiap interaksi sosial. Pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memegang peranan krusial dalam memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya nilai-nilai inklusivitas. Kita harus menanamkan kesadaran bahwa keutuhan bangsa adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga negara.
Sedangkan Prof. Dr. H. Hasrat Efendi Samosir, M.A. (Guru Besar Bidang Komunikasi Politik Islam Indonesia UINSU) yang juga menjadi narasumber Dialog Aspirasi Sumut mengatakan bahwa kita perlu melihat bahwa toleransi bukan sekadar sikap diam atau membiarkan orang lain berbeda, tetapi toleransi adalah sikap aktif untuk membangun kerja sama di tengah perbedaan tersebut. Tantangan di era digital saat ini semakin kompleks karena informasi yang bersifat provokatif atau hoaks dapat dengan mudah memecah belah masyarakat.
“ Institusi pendidikan dan lingkungan keluarga wajib menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi yang masuk. Kita tidak boleh membiarkan sentimen negatif mengikis rasa persaudaraan yang telah terbangun selama puluhan tahun di Sumatera Utara. Mari kita jadikan perbedaan ini sebagai kekuatan untuk membangun daerah yang lebih maju dan damai. Kerukunan umat beragama di Sumatera Utara harus menjadi contoh atau barometer bagi daerah lain di Indonesia dalam hal menjaga stabilitas keamanan dan harmoni sosial. Kita harus terus berupaya merajut kembali simpul-simpul kebangsaan yang mungkin sempat renggang agar persatuan kita tetap terjaga selamanya, “ ungkap Hasrat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....