Upaya Masyarakat Karo Lestarikan Budaya Ngelandek Karo

  • 30 Mar 2026 11:50 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Masyarakat Karo terus berupaya melestarikan salah satu tradisi khasnya Ngelandek, tarian adat yang menggambarkan keindahan gerak, kesopanan, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial suku Karo. Tarian Ngelandek biasa ditampilkan dalam berbagai acara adat, seperti pesta perkawinan, upacara kerja tahun, hingga penyambutan tamu kehormatan.

Gerakannya yang lembut namun tegas menjadi simbol penghormatan dan kebanggaan masyarakat Karo terhadap leluhur mereka.

Dilansir dari Kementerian Pendidikan Kebudayaab Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Tarian Landek Karo adalah penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Tak hanya sekadar menari, Ngelandek menjadi simbol dari keseimbangan antara manusia dan alam. Setiap gerakan tangan dan langkah kaki mencerminkan doa, rasa syukur, serta harapan akan kehidupan yang damai dan harmonis. Musik pengiringnya, yang biasanya berasal dari gendang lima sedalanen, menambah keindahan suasana dan memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan.

Lucky Ginting, seorang tetua adat Karo mengatakan Ngelandek bukan sekadar tarian, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Karo yang sarat filosofi.

“Setiap gerakan punya arti, misalnya gerakan tangan dan langkah kaki mencerminkan keharmonisan hidup dan rasa hormat kepada orang tua,” ujarnya.

Menurutnya, anak muda Karo tahu bahwa budaya ini bukan hal kuno, tapi identitas yang harus dijaga.

Sementara, seorang masyrakat karo, Pindo Sembiring, menilai perlunya regenerasi dalam pelestarian Ngelandek. Menurutnya, minat generasi muda terhadap seni tradisi mulai menurun akibat pengaruh budaya modern.

"Banyak anak muda sekarang lebih suka tarian modern, padahal Ngelandek punya nilai estetika dan moral yang tinggi. Karena itu kami rutin adakan pelatihan di jambur dan sekolah supaya budaya ini tidak hilang,” ucap Pindo.

Melalui upaya para pelaku seni dan dukungan masyarakat, Ngelandek Karo kini mulai diperkenalkan kembali di berbagai festival budaya daerah hingga tingkat nasional. Harapannya, seni tari tradisional ini dapat terus hidup dan menjadi kebanggaan generasi muda Karo di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....